Gara-Gara X Factor Indonesia
Sudut Pandang

Gara-Gara X Factor Indonesia – Ajang X Factor Indonesia memang boleh dibilang ajang pencarian bakat yang paling populer di Indonesia, terlebih di tahun 2013 ini. Bayangkan saja, baru masuk tahap audisi saja sudah mendapatkan appresiasi lebih dari dunia Internasional. Tentunya masih segar ingatan kita dengan si anak sekolah yang masuk dalam situs official penyanyi Bruno Mars. Kalau belum tahu siapa yang dimaksud, kamu bisa klik link Fatin Shidqia Lubis, Peserta X Factor Indonesia.

Untuk para peserta yang tidak lolos babak ‘sesungguhnya’ saja sudah mempunyai bassis massa pendukung yang banyak, apalagi bagi yang telah resmi menyandang status sebagai peserta X Factor. Dewan juri pun menjadi sasaran keganasan massa pendukung yang favoritnya tidak masuk 13 besar. Cacian di dunia maya maupun nyata tak pelak harus direlakan dewan juri x Factor Indonesia yang beranggotakan Ahmad Dhani, Bebi Romeo, Anggun C Sasmi, dan Rossa.

Tapi jika melihat 13 kontestan X Factor Indonesia, rasanya bukanlah sebuah kesalahan dewan juri harus menjatuhkan bintang-bintang yang bersinar lainnya untuk memilih mereka.

Meski sebelumnya berniat tak menyaksikan lagi X Factor Indonesia karena Alex dan Awan telah tersingkir, namun malam itu terpaksa harus nonton karena dijanjikan pihak RCTI bahwa mereka Alex dan Awan akan tampil lagi untuk memperebutkan tiket Wildcard dan menjadi peserta ke-13. Menyaksikan dari awal acara, saya merasa sangat terpukau dengan penampilan ke 12 peserta yang sudah lolos. Tak ada satupun peserta yang fales, nggak nempo, salah masuk, dan lain sebagainya. Untuk Indonesian Idol saja biasanya kalau sudah lima besar baru penampilan pesertanya seperti demikian. Peserta yang memperebutkan Wildcard juga begitu, walau sudah dinyatakan nggak lolos, tapi tetap saja mereka menampilkan sesuatu yang memukau.

Meski masih dianggap amatir, nyatanya tak membuat penampilan para peserta (termasuk yang tidak lolos) biasa-biasa saja. Dengan ini sepertinya kemampuan mereka bisa dibilang mampu menyaingi orang-orang professional sekalipun. Lihat saja Ibu lilis, walaupun dia tidak masuk bahkan tidak dipilih untuk mewakili kategorinya memperebutkan wildcard, tapi penampilannya bisa disejajarkan dengan diva ternama di Indonesia seperti Krisdayanti dkk.

Tapi bukanlah tentang X Factor yang mau saya kemukakan, melainkan perjalanan kami dalam memperjuangkan sebuah cita-cita. Entah mengapa setelah melihat kilauan bintang para peserta X Factor, kami malah kepincut mengerjakan proyek-proyek yang kami rencanakan. Diantara kami memang ada yang jago membuat lagu, ada yang jago ngerangkai kata-kata, ada juga yang suka ngutak-ngatik sofware, ngeblog, pokoknya kami disini serba ada deh. Bahkan ada juga yang suka keliling-keliling pasar hanya untuk nyari toko baju anak dan baju anak grosir an, katanya buat kepentingan bisnisnya dimasa depan.

Dan inilah hasil dari salah satu proyek kami,

( klik play untuk memulai, dan silahkan gunakan IDM untuk mendownload)

Lagu itu kami kerjakan bersama-sama dengan alat-alat sederhana, direkam dengan laptop butut dan diedit dengan software gratisan. Tempat perekaman juga tidak dilakukan di dapur rekaman, melainkan di salah satu kamar di kos ini. Kami sama sekali tak melibatkan dapur rekaman atau orang-orang berpengalaman dibidang tersebut, tapi hasilnya cukup memuaskan. Dan sebenarnya masih ada sekitar 2-3 lagu lagi sebenarnya yang sudah siap untuk di publikasikan.

Dan juga, mungkin saya tidak akan bisa banyak-banyak ngeblog lagi dalam kurun waktu yang agak lama. Saya lagi mengikuti pelatihan menulis yang diadakan oleh Forum Lingkar Pena dan Pihak Penerbit Gramedia dan harus menyelesaikan satu buah novel dalam 1 bulan kedepan. Jika novel tersebut bagus, maka akan diterbitkan oleh pihak gramedia. Doaken sajalah.

Masih bolehkah kami untuk bermimpi?

sebarkan facebook Twitter Google Plus
Gara-Gara X Factor Indonesia | arief16 | 4.5