Ketentuan Take Over KPR
Bisnis Properti

Ada beberapa ketentuan yang harus dipertimbangkan dalam proses take over KPR yang saat ini sedang ramai terjadi di masyarakat. Seperti yang kita ketahui saat ini bisnis perumahan dianggap sukses dimanapun sehingga tidak heran jika banyak sekali pihak Bank yang menawarkan kredit KPR. Namun tidak semua orang yang mengambil KPR tersebut akhirnya lancar sampai kreditnya lunas melainkan ada beberapa yang mengover kreditkan rumahnya ke pihak lain.

Kejadian seperti di atas sudah sering terjadi di masyarakat sehingga pengetahuan mengenai take over juga cukup penting untuk saat ini. Kita juga tidak pernah tau apakah nantinya kita akan mendapatkan penawaran over kredit dari orang lain yang membuat kita tergiur. Oleh karena itu ada baiknya jauh sebelum itu kita mengetahui terlebih dahulu apa saja yang menjadi ketentuan take over atau over kredit KPR yang harus dipersiapkan baik oleh pihak penjual maupun pihak pembeli.

Ketentuan yang pertama yaitu untuk pihak penjual atau disebut juga sebagai pihak pembeli pertama yang mengajukan KPR pertama. Sebelum melakukan take over anda harus melakukan konfirmasi ke pihak Bank yang memberi KPR kemudian mencari pihak kedua yaitu pembeli baru yang nantinya akan melanjutkan kredit anda. Atau bisa juga dengan cara lainnya yaitu meminta Bank pemberi KPR untuk mencarikan pihak kedua yang ingin melanjutkan kredit rumah tersebut.

Ketentuan take over KPR berikutnya adalah jika anda sudah bertemu dengan pihak kedua atau pihak pembeli baru. Pihak pertama dan pihak kedua harus membuat surat perjanjian kredit yang disertai dengan dokumen penting lainnya seperti KTP dan sertifikat Bank. Setelah itu kedua pihak datang ke notaris untuk membuat akta pengikatan jual beli atas pengalihan hak tanah dan rumah yang dimaksud. Setelah itu barulah pihak kedua akan diberi surat kuasa yang digunakan untuk pengambilan sertifikat rumah pada saat kredit sudah lunas.

sebarkan facebook Twitter Google Plus
Ketentuan Take Over KPR | arief16 | 4.5