Sepertinya Aku Mulai Jatuh Cinta Padanya
Sudut Pandang

Sepertinya Aku Mulai Jatuh Cinta Padanya, suatu kata yang pastinya membikin patah hati puluhan cewek karenanya. Hal biasa karena banyaknya yang mengidolakanku. Diakui atau tidak, pesonaku didunia ini memang luar biasa, *Ngarep.

Dialah Bashaer Othman, yang katanya merupakan walikota termuda di dunia. Berasal dari negara yang sedang mengalami konflik, dia memimpin sebuah kota saat usianya baru menginjak angka 15.

Berita lama memang, namun baru-baru ini saja aku memasukkannya kedalam daftar Idolaku, bersanding dengan seorang Shallahuddin Al Ayyubi, Aluna Sagita Gutawa, dan David Silva. Padahal sebelumnya aku sendiri bukanlah pemerhati Bashaer Othman. Cantik, itulah pendapat yang diberikan otakku ketika pertama kali melihatnya. *Biasa Bro, Otak Cowok

Aku mulai menyukai Bashaer Othman ketika kemarin malam menemukan videonya saat menyempatkan diri tampil di Inbox (Cek Disini). Dalam acara yang saat ini digandrungi para anak muda Indonesia tersebut, Doi menyampaikan motivasi-motivasinya kepada para pemirsa Inbox. Suatu motivasi yang menurut saya pribadi sangat cerdas.

Dalam obrolannya dengan para host, dia mengatakan bahwa ia mempunyai banyak waktu luang, namun nggak ingin menghabiskan waktunya hanya untuk main-main dan hura-hura. Dia ingin mempersembahkan masa mudanya untuk masyarakat dan negaranya. Sungguh merasa kesentil aku dengan ucapannya. Aku yang nggak sesibuk dia saja sering mengeluh jika dalam sehari aku lebih banyak ngurusin urusan orang lain, tapi dia kok ingin menghabiskan seluruh waktunya untuk negara sih?

“Saya menyarankan kepada anak muda Indonesia agar dari sekarang mulai berfikir tentang politik. Jangan Terlalu apatis terhadap urusan politik. Sikapilah politik dengan positif, dan terlibat aktif dalam pengambilan keputusan dalam politik.” Ujar Bashaer. Setidaknya pemikiranku sedikit banyaknya sama dengannya. Aku ingin para pemuda Indonesia untuk berhenti “Say No To Politik Indonesia”. Aku tahu bagaimana keadaan negeri ini, tapi setidaknya siapapun kamu dan apapun latar belakangmu, kamu mesti mengetahui apa-apa yang sedang diperbuat para pejabat kita (aku sudah membahasnya pada artikel Melek Politik Itu Pelu, Tapi . . .)

Bashaer, Othman

Meski demikian, banyak juga hal-hal yang kurang sepemahaman antara aku dan dirinya. Dia selalu memotivasi agar para pemuda Indonesia masuk ke ranah politik jauh lebih dalam dan mencoba ikut mengatur kota kami sendiri. Aku pesimis dengan itu, karena mungkin bisa dikatakan bahwa jiwa kepemimpinan dalam diri kami belumlah seperti Bashaer Othman dan kawan-kawannya diPalestina sana. Bagaimana mau mengurusi kota, lha wong mengurus sebuah seminar yang dihadiri 100 orang saja kami masih kalang kabut, apalagi harus ngurusin kota yang memiliki penduduk ribuan dengan sifat Heterogenitas yang tinggi.

Aku cukup paham dengan Bahasa Arab walau banyak kosa kata yang tidak kumengerti. Sungguh aku ingin bertemu dengannya, walau tanpa translator. Membahas berbagai hal, baik itu tentang politik dan agama. Terserah itu tentang Indonesia atau Palestina atau bahkan hanya sekedar Say Hello dan Foto Bareng (*Jelas dia kagak mau foto dengan Laki-laki yang bukan Muhrimnya)

Soekarno, Idola, Basher, Othman, dan, Ayah
Soekarno, Idola Basher Othman dan My Father

Dari vivanews, aku menemukan bahwa Bashaer mengidolakan Presiden Soekarno. Setidaknya ini mengingatkanku pada ayahku. Dia (ayahku) sangat mengidolakan Pencetus Kemerdekaan Negara Indonesia tersebut. Setiap aku pulang kerumah (Kampung Halaman), aku selalu disuguhkan sebuah Poster Soekarno yang terpampang gagah di dinding.

“Saat itu Soekarno belum mau memproklamirkan negara Indonesia secara terburu-buru, namun karena desakan Kaum muda, dengan berbagai resiko yang akan dihadapi bangsa ini, Soekarno membacakan Teks Proklamasi pada hari keramat itu.

 

Setelah Soekarno menjabat, mahasiswa kemudian berdemo besar-besaran menuntuk Soekarno turun dari kursi kepresidenan. Soeharto pun menjadi presiden dan diturunkan kembali oleh Mahasiswa.

 

Dan saat SBY dikursi kepresidenan, kamu juga malah berkoar-koar ingin menurunkan beliau? Tidakkah kamu sadar bahwa setiap pergantian pemerintahan yang dikarenakan Massa yang menyebut dirinya sebagai mahasiswa, pemerintahannya akan digantikan oleh para pendemo tersebut. Lalu dimana kehebatan para mahasiswa yang katanya pintar itu saat berada dalam pemerintahan? Nggak becus juga kan kerjaannya?

 

Bila EsBeYe turun siapa lagi yang menggantikan? Para Mahasiswa? Lha wong ngurusin acara seminar seratus orang saja nggak becus, gimana mau ngurus negara? Sadarlah bahwa sekarang ini kita lagi krisis kepemimpinan. Kita belum siap untuk lebih maju seperti yang lain. Yang kamu bisa Cuma protes dan protes, nggak mau membuka mata”

 

By Ahmad Radiani, Ayah Kandung dari Pemilik Teropongku

Itulah kata-kata fragmatis ayah. Kata-kata yang mungkin selalu akan ditentang para pemuda Indonesia dari masa kemasa. Namun akan selalu kuingat dalam hati yang paling dalam sebagai pelecut dan pengingat hidup.

Kata-kata itulah yang pertama kali akan ku diskusikan dengan seorang Bashaer Othman, jika nanti aku berhasil bertemu dengannya.

Save, Our, Palestine

Selain itu, aku ingin sekali terlibat dalam mewujudkan salah satu mimpi Bashaer, yakni perdamaian di Palestina. Sering aku memakai atribut Save Palestine, namun aku merasa itu hanya sebagai simbolik, tak berarti apa-apa jika tak ada actions. Namun jikalau beraksi di Indonesia pun aku rasa nggak akan ada bedanya. Mungkin nanti aku akan membuat sebuah portal blog sederhana yang beralamat http://SaveForPalestine.teropongku.com, portal yang akan berdampingan dengan portal-portal lain dibawah naungan PT Teropongku Tbk. Hanya itu yang aku bisa untuk saat ini.

(Klik Untuk Melihat Galeri Foto Bashaer Othman)

Satu lagi, saya sangat menyukai gaya dia saat memakai Jaket dan Kerudung Merah Putih Abu2 tersebut.

sebarkan facebook Twitter Google Plus
Sepertinya Aku Mulai Jatuh Cinta Padanya | arief16 | 4.5