Bodohkah Aku? Mungkin Iya
Sudut Pandang

Hari ini, tepat hari ini Jum’at 18 September 2012 mungkin merupakan hal yang sulit dan bahkan sangat sulit untuk dilupakan. Sejarah, namun sejarah yang cukup sakit. Dua kali aku menerima kata bodoh, Astaghfirullah.

Kontroversi Film Innocence Of Islam akhirnya sampai di Kalimantan Selatan dan itu sangat membuat orang-orang disini merasa sakit. Wajar saja mengingat provinsi ini merupakan kota yang terkenal dulu sebagai salah satu pusat peradaban Islam Nusantara.

Aku disini berlaku sebagai mahasiswa dan mungkin kamu bisa menebak apa yang dilakukan benyak mahasiswa ketika ada sebuah Isu.

Demo.
Ya seperti itulah mereka menyebutnya.

Dan sayangnya aku nggak merapat pada kesempatan ini.

Dan parahnya, “BODOH” adalah hal yang kuterima kala bertemu seorang yang katanya aktifis dakwah kampus. Sesuatu yang tak pantas dikatakan, tapi dengan mudahnya kau begitu padaku, ah.

Apakah aku terlalu lebay? Entahlah. Aku hanya tidak ingin menodai kesungguhanmu membela agamamu. Janganlah nantinya pahalamu berjuang hari ini habis karena ulahmu sendiri.

Riya’ kamu nantinya. Ujung-ujungnya Takabbur. Takabbur karena merasa hebat telah bisa ikut beraksi. Takabbur karena telah meremehkan orang-orang yang nggak ikut dalam barisan. Takabbur karena telah mendahului Tuhanmu menilai baik buruknya, salah benarnya statement orang-orang disekitarmu.

Sekilas memang benar apa yang kau katakan. “BBM Naik kamu aksi, THM Marak kamu aksi, Ketidakadilan merajalela kamu aksi, lalu Nabimu Dihina kamu diam??!!! Kecintaanmu pada Nabimu patut dipertanyakan. Bodohnya kamu!!! Padahal Masalah ini jauh lebih berat daripada sekedar ketidakadilan.

Hey kamu, emang alasanku “ada Jam kuliah” nggak bisa diterima akal sehatmu?
Okelah kalau begitu, setidaknya semoga tulisan ini bisa sedikit membuka matamu. Tadi kamu benar-benar nggak bisa di ajak ngomong, tapi semoga kamu lebih bisa diajak baca.

Aku kasihan sama orang tuaku, saat dia menyaksikan demo, dia selalu melihatku. Dia bersikeras bahwa aku ikut-ikutan demo yang tak pernah aku ikuti. Halusinasi mungkin, saat menerima kenyataan bahwa anaknya adalah seorang aktifis. Sebuah gaya hidup yang tak pernah disuka olehnya. Seorang anak yang ia tahu kecil, lemah, dan tidak berdaya berani berhadapan dengan Polisi? Dan itu adalah anak mereka.

Lagian aku heran juga sama kalian. Kalian mengaku cinta Rasul, namun pas demo kok kata-kata kotor ngalir begitu aja? Penghinaan terhadap Polisi juga jalan terus. Sebenarnya wajar aja sih kalo nantinya adu pukul antara Polisi dan Mahasiswa terjadi. Lha wong polisinya aja dikomporin, pas dibawah matahari pula. Apakah Rasulmu mengajarkan PENGHINAAN dan BERKATA KOTOR? Rasulku tidak.
Kammi, Banjarmasin, Kalimantan, Selatan, Menolak, Film, Pelecehan, Nabi, Muhammad
Aku sayang kepada orang tuaku dan Ridha mereka adalah Ridha Tuhan dan Rasulku. Aku nggak mau kecintaanku pada agama ini nggak berkah hanya karena kedua orang tuaku tersiksa gara-gara aku.

Aku jelas nggak suka kalau Rasulku di Hina dan aku juga nggak suka ngelihat Ayah Ibuku bersedih. Jadi aku akan berusaha menunjukkan rasa cintaku kepada Rasulku tanpa harus melukai hati ayah ibu.

Entah kenapa, saat dikampus pun aku dapet hadiah dari orang yang berbeda karena masalah berbeda. Pas membuka email, eh ternyata ada beberapa orang yang pengen meletakkan iklan di blogku. Kalo ditotal, jumlah nominal yang aku dapat setiap bulan adalah lebih dari setengah jeti. Cukup besar bagiku, walau bagi sebagian yang lain itu sedikit. Aku menolak mereka semuanya dengan sopan, namun kawanku bilang aku terlalu bodoh karena udah nolak rejeki.

Aku sudah sangat lama membangun nama Teropongku, dan aku nggak akan bisa ngerusaknya.

Tentu kalian bisa saja menebak-nebak iklan apa yang ditawarkan kepadaku kan?

sebarkan facebook Twitter Google Plus
Arief Putera - Bodohkah Aku? Mungkin Iya - Teropongku.com - 628-9897-54-275 -33285 - 1145892