Tips menghadapi anak yang keras kepala
Buah Hati

Pengertian keluarga dan definisi bagi setiap orang bisa jadi berbeda-beda. Di dalam sebuah keluarga tentunya terdapat pribadi yang berbeda – beda. Karena manusia dibekali dengan sifat yang beragam, misalnya sifat keras kepala atau ingin menang sendiri. Terkadang anak juga memiliki sifat yang keras kepala. Apabila di nasihati idal mau mendengarkan dan selalu ingin menang sendiri. Hal tersebut membuat orang tua merasa menyerah apabila menghadapi anak yang memiliki sifat keras kepala tersebut.

Sifat keras kepala tersebut tidak sepenuhnya menjadi kesalahan dari anak – anak anda. Karena ada banyak faktor pemicu, baik faktor eksternal maupun faktor internal yang membuat anak memiliki sifat keras kepala tersebut. Sebagai orang tua memang cukup sulit menghadapi anak yang keras kepala. Akan tetapi meskipun sulit akan tetapi masih bisa untuk dilakukan anda sebagai orang tua. Beberapa tips menghadapi anak yang keras kepala antara lain :

  1. Ajak anak untuk berbicara

Disini pengertian keluarga dan definisi harus diseragamkan dan otomatis juga diperlukan, sebagai orang tua pastilah anda mengetahui apa yang diinginkan oleh anak anda, yang disukai dan dijuga dibenci oleh anak anda. Jalin komunikasi dnegan baik dengan anak, bicara dari hati ke hati ini usahakan mencari waktu yang tepat. Mungkin saat anda sedang makan bersama dengan anak anda atau sedang duduk berdua dengan menikmati teh ajak anak untuk berbicara.

  1. Jangan mencela anak

Ketika seorang anak mendengar atau mendapatkan celaan dari orang tuanya, maka anak akan semakin tertantang untuk melakukan hal – hal buruk. Sehingga celaan akan menjadi boomerang bagi orang tua. Ketika anak melakukan suatu kesalahan sebaiknya anda memberikan pengertian yang baik dan mengingatkan dengan perkataan yang lebut kepada anak.

  1. Bersikap tegas

Sikap tegas disini berarti kosekuen dengan aturan. Ketika anak memiliki sifat keras kepala buatlah perjanjian dengan anak anda. Sebagai orang tua bersikap tegas dan mempersilakan anak untuk melakukan apa yang dia minta. Tetapi anda juga harus menanggung konsekuensi atas keinginan itu. Sehingga membuatnya sadar tentang tindakan yang salah yang telah dilakukannya. Misalkan anak tetap keras ingin bermain sepanjang sore setelah pulang sekolah, anda harus memberikan konsekuensinya seperti bahwa anak harus terima kalau ia sakit dan ia harus tetap mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan gurunya.

sebarkan facebook Twitter Google Plus
Tips menghadapi anak yang keras kepala | arief16 | 4.5