Ada Yang Hilang dari Blogger

Category : Opini, Pengalaman
Ada Yang Hilang dari Bloggerby arief16on.Ada Yang Hilang dari BloggerMaaf kalo misalnya dipostingan ini saya menyinggung perasaan kawan-kawan blogger sekalian. Ini hanya sekedar pendapat, jadi jangan terlalu dipikirkan. Memang sepertinya ada yang hilang dari blogger, setidaknya seperti itulah yang saya rasakan. Saya teringat disaat saya pertama kali mengenal blogger, mungkin sekitar tahun 2008an lah. Saat itu kayaknya kegiatan ngeblog nggak terlalu seperti ini deh. […]

Maaf kalo misalnya dipostingan ini saya menyinggung perasaan kawan-kawan blogger sekalian. Ini hanya sekedar pendapat, jadi jangan terlalu dipikirkan. Memang sepertinya ada yang hilang dari blogger, setidaknya seperti itulah yang saya rasakan.

Saya teringat disaat saya pertama kali mengenal blogger, mungkin sekitar tahun 2008an lah. Saat itu kayaknya kegiatan ngeblog nggak terlalu seperti ini deh. Dulu sih rasanya isi blog ya cuman curhatan-curhatan penulisnya, dan itu laku. Dulu isi sebuah blog layaknya seperti twitter begitu deh.

Tapi sekarang, kayaknya penggiat blog beraliran curahan hati sudah meninggalkan profesinya. Sebagian besar masih menjalani kegiatan ngeblog, dengan topik yang berbeda tentunya. Kebanyakan sih berkutat dengan masalah tips dan trik dibidang teknologi, entah itu masalah internet gratis, handphone, blogger, dan jenis teknologi yang lainnya. Para blogger yang mengambil niche tentang sebuah dunia hiburan juga relatif banyak. Banyak yang menjadikan blognya layak seperti portal berita online. Seakan sok tahu memang, tapi nggak masalah juga kok. Lha wong saya juga memiliki blog portal hiburan kok. Sebagian blogger curahan hati lainnya hilang entah kemana, lebih sibuk dengan kehidupan dunia nyatanya.

Mungkin para penggiat blog curhat lebih memilih twitter dan facebook sebagai medianya. Ya memang harus diakui bahwa kedua jejaring social tersebut mempunyai kelebihan-kelebihan tertentu. Terasa lebih simpel memang, dan kegiatan menulis masih bisa dilaksanakan tanpa harus ada target tertentu, target minimal posting perhari atau target kata dalam postingan misalnya. Tulisan nggak perlu terlalu panjang dan banyak orang bersedia menanggapi. Untuk sebuah artikel yang cukup panjang, gunakan saja catatan facebook.

Kegiatan melelahkan seperti blogwalking juga tidak diperlukan. Cukup memperbanyak pertemanan, itu sudah cukup. Tak perlu lagi mengindahkan penulisan dengan tata kaidah SEO, yang penting asyik atau kontroversial, pasti semuanya mendapat tanggapan.

Jejaring sosial facebook dan twitter juga dianggap tidak mematikan kreativitas seseorang. Kapanpun ide itu muncul dengan segera bisa dipublikasikan, mengingat twitter dan facebook bisa diakses didalam kesempatan apapun, bahkan didalam toilet sekalipun. Berbeda dengan blogger yang tentunya memerlukan waktu untuk membuat sebuah postingan. Terkadang ide yang sudah muncul terpaksa tidak bisa diposting hanya karena masalah waktu atau kelupaan karena lamanya ide tersebut tidak dieksekusi.

Uniknya lagi, banyak saya temukan blogger-blogger galau yang berjenis kelamin perempuan, berbanding terbalik dengan jumlah blogger curhat lelaki. Entah menjadi kesepakatan bersama atau seperti apa, nyatanya lelaki yang menulis diary itu dianggap alay dan alay itu perlu dibasmi. Padahal ingatkah kamu seorang pengembara yang bernama Marco Polo? Bukankah diary kepunyaannya menjadi rujukan banyak ahli sejarah dunia. Dan perlu di ingat bahwa Marco Polo itu seorang lelaki, lalu apakah dia masuk dalam kategori alay? mungkinlah. Tapi bukan menutup kemungkinan ada lelaki yang menjadi blogger galau maksimal ya, sebagai contoh blognya aditya regass dan fiscus wannabe.

Sepertinya saya bisa sedikit menyimpulkan bahwa “Lelaki Normal” itu nggak layak memiliki blog curahan hati, entahlah.

Efeknya, sepertinya saya agak sulit menemukan blog yang seniche dengan saya. Maksudnya adalah blog yang sangat saya suka. Ada beberapa memang yang menceritakan kehidupannya, tapi tak diliputi emosi layaknya blogger galau lain. Didalam blog galau, emosi itulah kuncinya. Bagaimana menyampaikan perasaan tepat ke hati orang lain, itulah sulitnya. Bagaimana berimajinasi dan merasakan apa yang mereka rasakan, itulah yang memang saya suka. Dengan demikian, menjadi blogger galau itu nggak gampang-gampang banget.

Kalaupun ada juga, mereka bukanlah orang yang aktif di dunia blogger. Akibatnya ya jarang blog dikunjungi balik. Itulah peliknya. Mereka tidak mengindahkan visitor, ah whatever.

Intinya adalah, sekarang saya lagi nyari blog-blog galau yang memang bisa ngerefresh kepala saya. Bukan berarti bogger yang lain nggak bagus ya, ini cuman masalah selera. Bukan berarti juga blog saya ini bagus. Saya sadar banyak kekurangan disana-sini, tapi tak mengapa, setidaknya saya sudah berusaha.

Related Posts

Leave a Reply