Tangisan Untuk Daniel Roekito

Category : Banua, Opini
Tangisan Untuk Daniel Roekitoby arief16on.Tangisan Untuk Daniel RoekitoSempat dihampiri gerimis diawal pertandingan, tak membuat surut semangat Barito Mania untuk mendukung tim kesayangannya berlaga dikandang sendiri. Dan tim yang datang kali ini berasal dari tanah Madura, Persepam Madura United. Dengan bayangan posisi di klasemen sementara, ditambah kenangan masa lalu di divisi utama saat mereka bersua tentu fans berfikir akan memenangkan laga kali ini. […]

Sempat dihampiri gerimis diawal pertandingan, tak membuat surut semangat Barito Mania untuk mendukung tim kesayangannya berlaga dikandang sendiri. Dan tim yang datang kali ini berasal dari tanah Madura, Persepam Madura United. Dengan bayangan posisi di klasemen sementara, ditambah kenangan masa lalu di divisi utama saat mereka bersua tentu fans berfikir akan memenangkan laga kali ini.

100 6668, Tangisan Untuk Daniel Roekito, Barito Putera Barito
Tiket Pertandingan Barito Putera Banjarmasin vs Persepam Madura United

Tapi tak semudah seperti yang diperkirakan. Nyatanya Barito kali ini cukup tertekan. Permainan aggresif di awal laga seperti biasanya tak ditunjukkan Mekan Nasirov dkk. Kali ini, permainan benar-benar dikuasai orang-orang seberang.

Satu gol dari Nyobi Elad hasil gagalnya penalti Djibril tidak sepenuhnya membuat Barito Putera aman. Tak lama berselang, Persepam menyamakan kedudukan dengan gol pemain tengah mereka. 90 menit berlalu, tapi tak ada gol tambahan dan papan skor masih menampakkan hasil 1-1.

Apakah tuah stadion Martapura sudah hilang? Arema aja bisa dibantai, lalu Persepam? Ternyata tidak sepenuhnya begitu.

Goolllllll !!!!

Tim tamu berhasil mencetak gol tambahan di menit 93. Gol pemain Madura itu berhasil membuat supporter Barito bersorak kegirangan. Entah apa yang terjadi, pemain Persepam berhasil menyarangkan bola kegawang mereka sendiri. Skor 2-1 untuk kemenangan Barito Putera bertahan hingga peluit membunyikan peluit tanda permainan berakhir. Kemenangan ini memantapkan posisi Barito Putera dalam meramaikan tim papan atas Indonesian Super League.

Sayangnya, kembali terjadi lemparan-lemparan botol oleh oknum-oknum di tribun tertutup ke arah bench pemain Persepam Madura United. Entah apa maksud lemparan-lemparan ini, apakah karena marah pada Persepam yang permainannya mampu mengimbangi Barito, apakah kecewa pada Barito yang tak bermain seperti biasa, atau ada dendam pribadi tak ada yang tahu.

Padahal di bench itu ada sosok Daniel Rukito, Pelatih PS. Barito Putera di Liga Dunhill, Liga Indonesia edisi pertama tahun 1994-1995. Pelatih yang berjasa menunjukkan pada Indonesia bahwa Kalimantan Selatan punya Klub kebanggaan yang mampu bersaing di kancah sepakbola Indonesia. Semifinalis Ligina I yang bahkan bergelar “juara tanpa mahkota”, yang ketika pulang ke Banjarmasin, manusia berbaju merah menyemut dari bandara Syamsudin Noor banjarbaru hingga kota Banjarmasin.

1304 Daniel Roekito, Tangisan Untuk Daniel Roekito, Barito Putera Barito
Sosok Daniel Roekito, Pahlawan Barito era 94-95

“Kada tahu kah buhan ikam tu lawan Daniel Rukito??? Kanapa maka manawaki bangku sidin, Astagfirullah” (bahasa Banjar .Red)

*Hanya sebuah renungan untuk Barito Mania, pendukung sejati Laskar Antasari.


juara tanpa mahkota 95 -

Related Posts

Leave a Reply