Tangisan Untuk Daniel Roekito

Tangisan Untuk Daniel Roekito

Sempat dihampiri gerimis diawal pertandingan, tak membuat surut semangat Barito Mania untuk mendukung tim kesayangannya berlaga dikandang sendiri. Dan tim yang datang kali ini berasal dari tanah Madura, Persepam Madura United. Dengan bayangan posisi di klasemen sementara, ditambah kenangan masa lalu di divisi utama saat mereka bersua tentu fans berfikir akan memenangkan laga kali ini.
Tiket Pertandingan Barito Putera Banjarmasin vs Persepam Madura United
Tapi tak semudah seperti yang diperkirakan. Nyatanya Barito kali ini cukup tertekan. Permainan aggresif di awal laga seperti biasanya tak ditunjukkan Mekan Nasirov dkk. Kali ini, permainan benar-benar dikuasai orang-orang seberang.

Satu gol dari Nyobi Elad hasil gagalnya penalti Djibril tidak sepenuhnya membuat Barito Putera aman. Tak lama berselang, Persepam menyamakan kedudukan dengan gol pemain tengah mereka. 90 menit berlalu, tapi tak ada gol tambahan dan papan skor masih menampakkan hasil 1-1.

Apakah tuah stadion Martapura sudah hilang? Arema aja bisa dibantai, lalu Persepam? Ternyata tidak sepenuhnya begitu.

Goolllllll !!!!

Tim tamu berhasil mencetak gol tambahan di menit 93. Gol pemain Madura itu berhasil membuat supporter Barito bersorak kegirangan. Entah apa yang terjadi, pemain Persepam berhasil menyarangkan bola kegawang mereka sendiri. Skor 2-1 untuk kemenangan Barito Putera bertahan hingga peluit membunyikan peluit tanda permainan berakhir. Kemenangan ini memantapkan posisi Barito Putera dalam meramaikan tim papan atas Indonesian Super League.

Sayangnya, kembali terjadi lemparan-lemparan botol oleh oknum-oknum di tribun tertutup ke arah bench pemain Persepam Madura United. Entah apa maksud lemparan-lemparan ini, apakah karena marah pada Persepam yang permainannya mampu mengimbangi Barito, apakah kecewa pada Barito yang tak bermain seperti biasa, atau ada dendam pribadi tak ada yang tahu.

Padahal di bench itu ada sosok Daniel Rukito, Pelatih PS. Barito Putera di Liga Dunhill, Liga Indonesia edisi pertama tahun 1994-1995. Pelatih yang berjasa menunjukkan pada Indonesia bahwa Kalimantan Selatan punya Klub kebanggaan yang mampu bersaing di kancah sepakbola Indonesia. Semifinalis Ligina I yang bahkan bergelar "juara tanpa mahkota", yang ketika pulang ke Banjarmasin, manusia berbaju merah menyemut dari bandara Syamsudin Noor banjarbaru hingga kota Banjarmasin.
Sosok Daniel Roekito, Pahlawan Barito era 94-95
"Kada tahu kah buhan ikam tu lawan Daniel Rukito??? Kanapa maka manawaki bangku sidin, Astagfirullah" (bahasa Banjar .Red)

*Hanya sebuah renungan untuk Barito Mania, pendukung sejati Laskar Antasari.
Jika Kamu Suka, Tolong Klik Tombol:



Semoga artikel ini bermanfaat. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.teropongku.com/2013/02/tangisan-untuk-daniel-roekito.html. Terima kasih telah membaca artikel ini.
Judul: Tangisan Untuk Daniel Roekito | Ditulis oleh | Rating Blog 5 dari 5

31 komentar:

  1. memang klub di kalimantan hebat-hebat Mas.
    terutama dari timur dan selatan, juga dari tengah sekarang. selamat sudah mempunyain tim kebanggaan.

    BalasHapus
  2. Saya tentunya selalu support buat semua pelatih baik dari ISL,IPL,divisi utama.Karena semua pelatih selalu berjuang membawa tim ke tangga juara.


    Salam dari Fans PSMS MEDAN (SMeCk Hooligan ) :)

    BalasHapus
  3. baca postingannya, mirip sekali seperti komentator sepak bola neh sob, ada bakat rupanya :p

    BalasHapus
  4. yah itu sudah menjadi keumuman sob, tidak hanya di Barito Putera sepertinya, suporter kita kayanya belum pada dewasa...

    BalasHapus
  5. saya malas lihat sepak bola indonesia... berantam mulu

    BalasHapus
  6. nggak mengikuti perkembangan persepak bolaan tanah air nih.
    hahha, jadi ya komentarnya ngak nyambung nih :P

    BalasHapus
  7. udah lama enggak liat sepakbola indo mas ...

    BalasHapus
  8. wah ente ternyata pengemarsepak bola indo juga ya. ehm.. ane kurang mengamati dan mengikuti si.

    BalasHapus
  9. P-MU bakal menang pas main di bangkalan. :v

    BalasHapus
  10. iya kadada akalnya lalu, fans sejati kah fans karbitan

    BalasHapus
  11. entah mengapa..saat ini para fans bola di seluruh penjuru negeri gampang sekali menjadi beringas...bagaimana sepakbola mau beradu di ajang internasional bila hanya siap menerima kemenangan, tetapi tidak tidak siap menerima seri atau kekalahan.....miris jadinya

    BalasHapus
  12. kasihan nasib negeri sepak bola yang amburadul ini...hadewwww :)

    BalasHapus