Ketika Semuanya Hanya Ilusi

Category : Opini
Ketika Semuanya Hanya Ilusiby arief16on.Ketika Semuanya Hanya IlusiKetika Semuanya Hanya Ilusi |Pernah mungkin diantara kamu yang membaca salah satu artikel ku tentang tak bolehnya kita melupakan politik. Lalu kemudian bertanya-tanya di dunia nyata bagaimana pandangan politikku sebenarnya. Dan itupun ternyata pernah ditanyakan seseorang yang ditujukan kepadaku, apakah aku nantinya akan menjadi politikus untuk menyelamatkan bangsa ini? Entahlah, tapi aku sama sekali tak […]

Ketika Semuanya Hanya Ilusi |Pernah mungkin diantara kamu yang membaca salah satu artikel ku tentang tak bolehnya kita melupakan politik. Lalu kemudian bertanya-tanya di dunia nyata bagaimana pandangan politikku sebenarnya. Dan itupun ternyata pernah ditanyakan seseorang yang ditujukan kepadaku, apakah aku nantinya akan menjadi politikus untuk menyelamatkan bangsa ini? Entahlah, tapi aku sama sekali tak berpikiran sampai kesana. Yang jelas melek politik maksudku bukanlah terlibat aktif atau menjadi politikus. Mengetahui sesuatu yang sedang terjadi di bangsa tercinta ini pun sebenarnya sudah bisa dibilang melek politik, bukan harus terjun langsung menjadi calon legislatif.

Untuk saat ini sendiri aku hanya ingin menjadi seorang guru, dan penulis. Itu saja, karena aku masih memandang buruk perpolitikan di Indonesia. masyarakat biasa maupun yang bergelut diatasnya belum bisa berlaku cerdas dan sesuai, jadi lebih baik aku cari aman mengesampingkan diri ke pedalaman. Setidaknya ngajar anak-anak lebih baik bagiku sekarang daripada ngurusin hak-hak orang lain. Kalo bisa sih juga nyari baju grosir wanita buat bikin toko baju wanita online.

Inti demokrasi adalah kedaulatan ditangan rakyat, dilaksanakan oleh rakyat untuk rakyat. Namun kenyataannya mungkin orang-orang diparlemen sekarang apakah terlihat serius membela kepentingan rakyat? Orang-orang disana sebenarnya cenderung berperilaku atas kehendak partai, bukan rakyat.

Loh bukankah partai itu atas pilihan rakyat? Berarti mewakili rakyat juga kan.

Sederhananya sih begitu. Tapi politik di Indonesia ini memerlukan modal yang tidak sedikit. Nah modal itu didapat dari mana? Ya dari pengusaha-pengusaha yang telah bekerjasama dengan partai tersebut. Maka tidak heran kalau misalnya peraturan-peraturang yang ditelurkan orang-orang diatas lebih menguntungkan bagi para pengusaha. Bisa diibaratkan terjadi Simbiosis Mutualisme diantara mereka.

Jadi ada yang bilang bahwa di Indonesia ini, kekuasaan tertinggi berada ditangan Pengusaha, Dari Pengusaha untuk pengusaha.

Bukankah pengusaha juga rakyat?

Nah itulah peliknya. Pengusaha juga rakyat, presiden juga rakyat, anggota legislatif juga rakyat. Kalau sudah begini, ya sah-sah aja jika Presiden minjem duit ke negara lain dengan mengatasnamakan rakyat. Kalaupun duit itu digunakan secara pribadi untuk presiden dan keluarganya, maka itu tidak bisa dikatakan salah. Bukankah Presiden dan keluarganya juga rakyat?

Jika berlaku demikian, berarti tak ada yang salah dengan bangsa ini. Berarti emang bener dong Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat. Entahlah, politik emang sulit ya sob, tapi bukan berarti kita bersikap acuh tak acuh terhadapnya.

Ini hanya sekedar pendapat yang mebuatku tak mau terjun langsung kedalam dunia politik, cukup tahu saja apa yang sedang terjadi di negeri tercinta ini.

Related Posts

Leave a Reply