Saya Gagal, Terlambat, Kecewa, Menyesal

Sunday, May 19th 2013. | Pengalaman

+Arief Putera | Pernahkah kamu merasa gagal? Kalo saya pernah, kalo bisa sih dibilang sering. gagal karena itu lah, gagal karena ini lah. Kadang aku merasa bahwa semua yang aku lakukan pasti akan gagal, entahlah. Jadinya nggak bersukur kepada Tuhan semakin dekat kedalam definisinya.

Kenapa kita disebut ‘gagal’? Karena kita mencoba sesuatu, dan gagal. Tidak ada definisi gagal jika kita tidak mencobanya sama sekali, bukan?

Kalo gitu ya nggak usah nyoba aja ya, tapi kalo nggak nyoba ya nggak bakalan dapat apa-apa. Nggak bakalan juga nemuin kata sukses. Lebih baik gagal kan daripada nggak nyoba sama sekali?

Apakah saya terlambat? Mungkin iya. Saya terlambat memahami diri saya sendiri. Terlambat memutuskan apa yang mau saya perbuat, dan saya terlambat melakukannya.

Kenapa kita disebut ‘terlambat’? Karena kita datang, dan telat. Tidak ada definisi terlambat jika kita tidak datang sama sekali, bukan?

Tapi tak apalah, setidaknya saya sudah datang. lebih baik terlambat daripada tidak datang sama sekali bukan?

Apakah saya kecewa? Tentu saja. Saya terlambat dan akhirnya gagal dan gagal lagi. Siapa sih yang nggak kecewa dengan ini? Mungkin ada saja orang diluar sana, tapi saya benar-benar nggak tau karena saya nggak bisa ngebaca hati.

Kenapa kita disebut ‘kecewa’? Karena kita pernah berharap, dan sekarang harapan itu musnah. Tidak ada definisi kecewa jika kita tidak pernah berharap sama sekali, bukan?

Tapi dari pengharapan itulah saya mulai merasakan hidup. Dari sanalah saya seperti bukan robot, bukan kerbau. Karena harapan itulah saya datang, meski terlambat dan kemudian gagal. Dan lebih baik kecewa daripada kehilangan pengharapan.

Kenapa kita disebut ‘menyesal’? Yang ini sedikit berbeda definisinya, sebab menyesal, tidak pernah pandang bulu, mau kita lakukan, mau tidak, mau salah, mau keliru, dia tetap datang terakhir kali. Tidak perlu ada syarat kejadiannya. Menyesal adalah menyesal. Sungguh lebih baik gagal, terlambat, kecewa dibandingkan menyesal.

Kecuali menyesal karena dosa-dosa yang terus terurai tentunya, ini wajib disesali.

Saya sudah berusaha, tapi memang semuanya tak seperti yang diharapkan. Orang-orang disekitar juga tak mendukung. Hanya bisa mempertanyakan, dan mencela. Begitulah, memang sepertinya dunia tak adil. Memang begitu, tapi bukankah Allah adalah tuhan yang seadil-adilnya?

Aku muak mendengar anda mengeluhkan hal-hal kecil..
di dunia ini banyak orang yg harus memeras keringat,bekerja keras, hanya untuk mendapatkan yg mereka inginkan.. Sementara anda,masih saja sibuk mengeluh karena kurang puas dengan pemberian orang..

Tapi dicemooh, disindir, disalahkan, itu semua realita kehidupan yg mau gak mau harus diterima.. tapi ada baiknya jika dibalas pake karya aja..

Aku bisa membedakan mana orang yg mengeluh karena kerja keras, karena lelah, atau cuma karena tidak puas dan kurang mensyukuri hidup..

Aku juga belum sempurna kok, hanya rasanya sakit lihat orang bahagia diatas kerja keras orang lain dan masih juga gak menghargai orang itu..

Saya sudah tahajjud, Istikharah, Shalat Hajat, dll. Dan inilah keputusan saya. Maaf jika mungkin bagi sebagian orang terlihat aneh, atau merugikan beberapa. Tapi tak apalah, anggap saja kita lagi foto bareng. Mama, maafkan anakmu yang lemah ini.

Anggap saja kita sedang melakukan foto bareng, dengan pose kita masing-masing tentunya. Jika poseku bagus, maka baguslah foto itu. Tak perlu memandang pose teman disebelah. Jika pose kita nggak bagus, ya jeleklah foto itu, meski pose orang disebelah bagus, ya tetap aja foto itu nggak bagus. Intinya semua itu hanya lewat pandangan kita saja, belum tentu sepemahaman dan satu pandangan dengan orang lain (Semoga dipahami).

Karena beberapa hari ini, aku sudah berusaha, tapi ya gitu hasilnya nggak sesuai harapan. Orang-orang di sekitar juga nggak mendukung, cuman bisa nanya dan nyemooh. Ya begitulah, tekadang aku merasa dunia tak adil. Tapi tak apalah,

Saat orang mengeluh, mungkin saat itu kondisinya lagi down, nggak bisa dipersalahkan sepenuhnya. Kalo bisa dibantu ya dibantu, supaya bisa Up. kalo nggk bisa bantu, lebih baik diam. jangan bertanya, dan komentar.

Leave a Reply