Keajaiban Cinta Dan Mimpi
Cinta dan Hubungan, Sudut Pandang

“Cinta dan Mimpi itu mukjizat. Mereka tak perlu didengar, dilihat, atau diterjemahkan”

kutipan sederhana tersebut diambil dari salah satu film yang lumayan saya gandrungi keberadaannya. Diberi judul Hear Me, film ini bercerita tentang persaudaraan kakak beradik tungarungu yang hidup berdua dalam kesederhanaan. Dengan dibintangi oleh pemain-pemain yang menurut saya memiliki kemampuan akting luar biasa, film ini sangat bisa untuk mengombang-ambingkan emosi para penonton. Sedih, geregetan, haru, dan kagum adalah kesan yang saya dapatkan setelah menontonnya. Meski merupakan Film Romansa, tetapi film ini tak terkesan lebay dan menyek. Tak heran jika fim ini adalah salah satu penyebab saya begitu menyukai film-film asia yang sebetulnya dulu dilihat dengan sebelah mata.

Meski cacat, kakak beradik berparas cantik ini menjalani hidupnya secara mandiri. Sang kakak (Xiao Peng) mempunyai bakat dalam bidang renang ingin sekali mempersembahkan sebuah medali dalam olimpiade agar dapat memperbaiki perekonomian dia dan adiknya. Sang adikpun (Yang-Yang) tak kalah hebat. Dia bekerja membanting tulang setiap hari untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka disaat sang kakak masih sibuk berlatih keras. Dia rela menjadi pengamen jalanan yang demi mengumpulkan receh dan selanjutnya ternyata receh menjadi ide cerita yang sangat menarik untuk menimbulkan sebuah konflik dan keromantisan.

Kehidupan Xiao Peng dan Yang-Yang dilengkapi oleh sosok Tian Kuo, pemuda yang sehari-harinya membantu kedua orang tuanya berjualan nasi kotak. Tian Kuo menurutku adalah seseorang yang sangat romantis, terbuki dengan puisi dan kata-kata yang ia lontarkan pada Yang-Yang. Begitu juga hadiah yang diberikannya untuk Yang-Yang ketika mereka berdua sedang bertengkar. Singkat kata, Yang-Yang dan Tian Kuo menjalin hubungan asmara dengan berbagai rintangan konyol yang menghadang.

Film ini terlihat begitu sederhana dan tidak neko-neko. Konflik yang dibawakan terlihat begitu real, tetapi bisa membawa penonton larut didalamnya.

Sesuatu yang menarik difilm ini adalah bagaimana setiap karakter menyelesaikan berbagai masalahnya. Ketika Xiao Peng mempunyai masalah, Yang-Yang memberikan support. Yang-Yang Bermasalah, Xiao Peng juga memberinya support. Dan bahkan ketika Tian Kuo menjalani masalahnya, kedua orang tua Tian Kuo yang cukup gokil memberikan pencerahan dan motivasi kepada sang anak.

Kamu bukan beban ku.
Kamu adalah kakak ku.
Aku hanya perlu berdiri saja ketika aku tampil.
Tapi ketika kamu berenang, kamu bertanding per mili-detik.
Mempunyai kamu sebagai kakak ku, membuat ku bangga.
Ketika kita masih anak-anak, kamu menghiraukan semua yang mengejek mu.
Kamu tidak pernah marah.
Tapi ketika sesorang menggangu ku, kamu langsung menghajar mereka.
Mempunyai kamu sebagai kakak ku, Aku sungguh bangga.
Kamu bukan lah beban untuk ku.
Jika ada kehidupan lain, maukah kamu jadi kakak ku?

(Motivasi Yang-Yang kepada Xiao Peng yang frustasi akibat tak bisa bertanding dalam Olimpiade)

Yang-Yang: Apakah kamu punya mimpi?

Tian Kuo: Iya. Menikahi seorang gadis, punya dua anak. Satu laki, satu perempuan.

Yang-Yang: Itu bukan mimpi yang tidak mungkin, untuk seorang normal memacari seseorang yang tunarungu?

Tian Kuo: masih lebih mudah daripada kakak mu memenangkan medali

(dialog keduanya via MSN, ini menyadarkan Yang-Yang betapa sulitnya perjuangan sang kakak untuk meraih medali)

Yang-Yang: Seorang lelaki pernah bilang pada ku, bahwa aku mirip burung bangau.

Xiao Peng: Dia juga lihat kamu lari? Apaah lelaki itu Tian Kuo? Dia sepertinya lelaki yang baik. Kamu berdua cocok.

Yang-Yang: Aku tidak akan memacari dia.

Xiao Peng: kenapa?

Yang-Yang: Dia tidak bisa mendengar juga.

Xiao Peng: Apa kamu suka dia?

Yang-Yang: Aku sering memikirkan dia.

Xiao Peng: Lalu kenapa kamu tidak bilang saja kamu suka dia? Apakah karena aku? burung Egrettas terbang berdasarkan musim. Aku harap kamu bisa seperti burung bangau, dan tidak berdiam di satu tempat saja. Jika kamu meninggalkan ku suatu hari, dan terbang bebas seperti bangau, Aku akan amat senang.

Yang-Yang: Kamu tidak mau aku berada di sisi mu?

Xiao Peng: tidak, bukan itu maksud ku. Aku mau kamu percaya bahwa aku bisa mandiri.

Yang-Yang: Aku tidak bilang aku tidak percaya kamu.

Xiao Peng: Jika kamu percaya aku bisa mandiri, kenapa kamu tolak orang yang tuli? Ini karena kamu habiskan waktu mu pada ku. Kamu kira kamu tidak bisa mengurus dia. Kamu tidak kira tunarungu bisa mengurusi sesama. Papa selalu mendukung kita, dan bilang jangan pernah menyerah. Aku tidak menyerah berenang. Kamu jangan melepaskan dia.

(Dialog keduanya ketika Yang-Yang sedang Galau karena Jatuh Cinta)

 

Mamanya Kuo: kita harus menyediakan waktu untuk belajar bahasa isyarat.

Papanya Kuo: Ah apa?

Mamanya Kuo: Gini loh. Mama kan suka berbicara. Terkadang dagu ku kaku gara-gara terlalu banyak bicara. Ada baiknya membiarkan nya istirahat sewaktu-waktu. Itu lebih bagus, bukan?

Papanya Kuo: Iya, dan kuping ku juga bisa istirahat.

Mamanya Kuo: Kamu pikir aku berisik?

Papanya Kuo: Kamu yang bilang begitu, bukan aku.

(Dialog Papa dan Mama dari Tian Kuo dahadapan Tian Kuo Sendiri, ini menjadikan Tian Kuo pede untuk memacari seorang tunarungu)

Kesimpulan: Cinta Dapat Menguatkan Seseorang Dalam Menggapai Impiannya.

sebarkan facebook Twitter Google Plus
Arief Putera - Keajaiban Cinta Dan Mimpi - Teropongku.com - 628-9897-54-275 -33285 - 1145892