Ini Empat Pertanyaan Yang Diajukan Penyalur KPR
Bisnis Properti

Kini banyak orang yang memanfaatkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah atau KPR untuk membeli properti. KPR sendiri harus melalui beberapa tahapan sebelum akhirnya dapat disetujui oleh pihak penyalur KPR. Beberapa proses tersebut di antaranya adalah membayar uang muka, wawancara dengan penyalur KPR, hingga akad kredit dan juga pelunasan.

Bagian yang biasanya paling mendebarkan untuk dihadapi adalah bagian wawancara. Bagaimana tidak, proses tersebut adalah penentu apakah penyalur akan memberikan calon nasabah KPR atau malah menolak permohonan KPR-nya.

Di tahap ini, calon nasabah diharap dapat menjawab seluruh pertanyaan penyalur KPR. Hal ini agar penyalur KPR dapat menilai dengan tepat apakah calon nasabah dapat diberi kredit atau tidak. Ada beberapa pertanyaan standar namun penting yang diajukan oleh penyalur KPR. Anda bisa mempersiapkan dahulu jawabannya agar lebih percaya diri ketika menjawab pertanyaan saat wawancara.

Pekerjaan

Pertanyaan utama ketika wawancara KPR adalah pekerjaan Anda. Biasanya penyalur KPR akan bertanya pekerjaan Anda untuk memastikan bahwa Anda memiliki pekerjaan yang penghasilannya akan bisa digunakan untuk mencicil. Biasanya pewawancara juga akan memberikan pertanyaan lanjutan mengenai sudah berapa lama Anda bekerja dan juga status kepegawaian. Status kepegawaian sendiri biasanya ditanyakan kepada pekerja kantoran, bukan wiraswasta maupun profesional.

Penghasilan

Pihak penyalur KPR kemudian akan bertanya tentang jumlah penghasilan Anda tiap bulannya. Tidak hanya itu, biasanya mereka juga akan bertanya tentang tambahan penghasilan, dan apakah penghasilan tersebut dapat cukup untuk membayar cicilan tiap bulannya.

Pertanyaan tersebut sangat penting untuk dijadikan dasar apakah nantinya nominal penghasilan Anda dapat membayar cicilan.

Pengeluaran

Selain penghasilan, pewawancara juga akan bertanya tentang pengeluaran Anda setiap bulannya. Hal ini dilakukan agar penyalur KPR dapat memastikan bahwa anda memiliki cashflow yang baik agar tidak terjadi kredit macet. Biasanya pertanyaannya meliputi biaya hidup selama sebulan, tagihan listrik dan air, dan sebagainya.

Utang/Cicilan Lain

Pihak penyalur KPR juga akan bertanya tentang hutang atau cicilan lain yang Anda miliki. Pertanyaan biasanya berupa besaran cicilan setiap bulannya, sisa waktu pembayaran cicilan, total cicilan, dan bagaimana Anda menutupi hutang tersebut.

Hal ini ditanyakan agar penyalur KPR dapat menilai rasio pinjaman Anda. Rasio pinjaman sendiri merupakan perbandingan antara cicilan yang sedang berjalan dan pendapatan. Rasio pinjaman yang berkisar di angka 40 persen biasanya sulit untuk mendapatkan pinjaman KPR. Penyalur KPR atau Bank biasanya mengabulkan KPR jika rasio pinjaman berada di angka 30 persen.

Misalnya, Anda ingin membeli rumah dijual di Bandung seharga Rp 300 juta. Anda Diharuskan mencicil sebesar Rp 2,7 juta selama 5 tahun. Penghasilan Anda Rp 6 juta per bulan, tentunya angka Rp 2,7 juta masih lebih tinggi dari 30% penghasilan Anda tiap bulannya Apalagi jika Anda masih memiliki cicilan mobil, misalnya.

Ada baiknya Anda menjawab pertanyaan ini dengan jujur karena pihak penyalur KPR juga akan melakukan pemeriksaan data ke BI Checking.

sebarkan facebook Twitter Google Plus
Arief Putera - Ini Empat Pertanyaan Yang Diajukan Penyalur KPR - Teropongku.com - 628-9897-54-275 -33285 - 1145892