Menambah Penghasilan Dari Menulis
Belajar Menulis, Pemasaran Digital

Pernahkah kamu berfikir untuk mendapatkan penghasilan dari menulis? Mungkin kamu sudah tahu bagaimana caranya untuk menulis dan tulisanmu sudah diakui keberadaannya, tapi sayangnya pengakuan itu tidak dibarengi oleh dukungan finansial yang dihasilkan dari tulisan yang kita buat.
Memang merupakan kebanggaan tersendiri jika tulisan yang kita tulis dibaca oleh banyak orang dan respon mereka positif terhadap tulisan kita.

Tapi apakah hanya itu?

Apakah kamu tidak ingin dapat lebih dari tulisan yang sudah lelah-lelah dibuat?

Tentunya tidak bukan?

Akan terasa lebih manis lagi jikalau ternyata tulisan yang telah susah payah dibuat dapat menghasilkan tambahan duit kedalam rekening kita.

Ada banyak cara agar tulisan kita dapat menjadi mesin uang tambahan, antara lain sebagai berikut:

1. Menjadi Seorang Blogger

Dizaman ini, blogger bukan lagi menjadi profesi yang bisa dipermainkan. Sebagian besar pebisnis online yang telah sukses diinternet berawal dari menjadi seorang blogger. Banyak juga yang berhasil mendapatkan penghasilannya justru karena ia rajin ngeblog. Dibidang ini tentunya kamu harus super-duper sabar dulu untuk membangun blogmu sebelum menjadikannya ladang uang. Tak jarang banyak newbie yang menyerah ditahap ini karena mencari duit diinternet khususnya dari ngeblog tidak semudah yang dibayangkan. Semuanya punya proses yang boleh dibilang tidak sebentar. Aku sendiri sebenarnya tak terlalu lihai mencari duit lewat blog. penghasilan tetapku dari internet sendiri hanya berkisar 200rb perbulan dengan menjadi penyebar materi iklan keberbagai iklan baris. Apabila blog yang akan dijadikan mesin uang telah mempunyai kedudukan yang sudah mantap, maka kamu hanya tinggal diam dirumah sambil menulis seikhlasnya dan rupiah maupun dolar otomais masuk kekantongmu. Temenku yang juga blogger ada yang bahkan mempunyai penghasilan hanya dari blog sebesar 8 juta perbulannya.

Menjadi, Seorang, Blogger

Selain susahnya melewati proses membangun blog, nyatanya seorang blogger juga dihantui oleh sesuatu yang bernama jin copas (Copy Paste). Apabila suatu artikel kita dicopas oleh orang yang tidak bertanggung jawab, bisa saja kedudukan artikel itu menurun dimesin search engine. Ini salah satu penghambat kita mendapatkan penghasilan dari blog karena rata-rata penghasilan blogger bergantung pada posisinya dimata search engine seperti si mbah google. Dalam artikel sebelumnya juga saya sebutkan bagimana suka-duka seorang blogger dalam menulis artikel agar disukai search engine.

2. Mengarang Buku.

Jika kamu mampu menuangkan pikiran kedalam tulisan yang tentunya bisa menjadi sebuah buku, tak ada salahnya kamu mencoba mengirimkannya kepenerbit. Baik fiksi maupun nonfiksi, jika itu berhasil diterbitkan maka fee dari penjualan buku tersebut akan bisa kita nikmati. Banyak sekali perusahaan yang bergerak dibidang penerbitan yang ada di Indonesia (walau di daerahku sendiri belum ada), mulai dari yang gratis seperti Gramedia, Mizan, Erlangga, dan lainnya sampai pada yang kita harus membayar sejumlah uang kepada penerbit tersebut untuk menerbitkan beberapa eksemplar karya tulisan.

Pemasarannya pun fleksibel, artinya kamu bebas memilih cara apa yang cocok untuk menjual bukumu. Kamu bisa saja membuat perjanjian kepada penerbit untuk memasarkan bukumu, tentunya dengan berbagai persyaratan dan keuntungan dari penjualan yang dibagi dua. Jika kamu punya ilmu marketing yang cukup handal, kamu bisa mencoba memasarkannya dengan teknikmu sendiri dan tentunya keuntungan yang akan kamu terima menjadi lebih besar.

Membuat, Sebuah, Buku

Agar bisa diterbitkan dipenerbit-penerbit besar macam Gramedia kamu harus mengikuti tren masyarakat yang sedang tinggi menurut pendapat mereka. Tulisanmu akan direview selama kurang lebih 3-4 bulan sebelum diterima dan menandatangani kontrak kerja. Namun jika berhasil diterbitkan, maka bersiaplah mendapatkan kiriman uang dari sang penerbit yang lumayan banyak karena penerbit-penerbit besar mempunyai teknik pemasaran yang sangat bagus.

3. Menjadi Penulis Di Media Cetak
Kamu pernah menemukan kolom opini pada sebuah surat kabar seperti Kompas dan Sindo? Disanalah tempat yang bagus untuk meraup rupiah bagi seorang penulis pemula. Biasanya tulisanmu yang berhasil tembus pada bagian opini akan dihargai beberapa ratus ribu hingga jutaan rupiah oleh empunya koran. Jika tulisanmu sering tembus, bukan tak mungkin nantinya kamu menjadi penulis tetap pada koran tersebut karena kualitas tulisanmu yang sudah terbukti.

Menjadi, Penulis, Di, Media, Cetak

Disana kamu akan berlomba dengan penulis-penulis lain yang juga mempunyai kemampuan menulis yang tak diragukan keberadaannya. Maka dari itu, sebelum kamu mengirimkan artikelmu kepada redaksi, ada baiknya kamu memperhatikan terlebih dahulu karakter tulisan yang telah terdahulu terbit pada surat kabar yang kita targetkan. Ini karena tipikal penilaian suatu redaktur berbeda-beda. Selain itu, persyaratan artikel opini cukup mengerikan karena biasanya kita disyaratkan untuk menulis artikel sepanjang 700-1000 kata. Ini yang biasanya membuat down seorang penulis abal-abal.

Beberapa harian juga memperbolehkan kamu mengirimkan sebuah karya sastra fiksi seperti cerpen dan lain-lain.

Berikut adalah email redaktur beberapa harian yang yanda di daerah saya Kalimantan Selatan dan Nasional Indonesia pada umumnya. Silahkan mengirimkan tulisanmu ke alamat ini, Semoga Beruntung 😉

a. Banjarmasin Post (redaksi@banjarmasinpost.co.id)
b. Radar Banjarmasin (redaksi@radarbanjarmasin.com)
c. Kompas (opini@kompas.co.id)
d. Seputar Indonesia (redaksi@seputar-indonesia.com)
e. Republika (sekretariat@republika.co.id)
Lebih jelasnya kamu bisa lihat langsung disurat kabar yang bersangkutan

Berikut adalah kiat-kiat mengirimkan artikel kepada surat kabar/koran (Sumber: http://hifdziua.wordpress.com/)

a. Umumnya Panjang tulisan antara 700 sampai 1000 kata. cara melihat jumlah kata: MS WORD –> tools–> wordcount —> words.. Namun, beberapa media massa sudah memiliki ketentuan sendiri dalam hal jumlah kata dan karakter. Informasi ini bisa kamu lihat di koran yang bersangkutan pada lembar OPINI/PENDAPAT. Contohnya, Seputar Indonesia mematok panjang tulisan opini 6500 karakter (1000 kata), Suara mahasiswa Seputar Indonesia 3000 karakter (525 kata), Media Indonesia max 7500 karakter tanpa spasi, dan lain-lain..

b. Tulisan ditulis pada Ms WORDS via attachment. Jangan sekali-kali opini yang kamu kirim dituliskan di badan email.

c. Lampiri juga dengan Identitas diri (Ms.Words), paling tidak mencakup nama lengkap, alamat, nomor telepon, aktivitas saat ini, ataupun prestasi yang pernah diraih, serta nomor rekening. Lebih baik lagi jika dikirimkan Fotocopy KTP (Scan), Kartu Tanda mahasiswa (KTM), dan foto diri.

d. Sebelum mengirim, pada tampilan “Compose” perlu diperhatikan :

1) Pada SUBJECT, ketik OPINI (Judul tulisan kamu)

2) Pada Badan email tuliskan :

Yth
Redaksi harian xxxxxxxxx
Berikut saya kirimkan artikel opini via atachment, beserta identitas diri dan foto
Terima kasih atas kesempatan yang diberikan
Wassalam.
(Nama kamu)

4. Jika kamu sudah nyerah untuk membangun blog, tidak sanggup menulis sebuah buku, dan tak mampu bersaing dengan penulis lain di bagian opini Media Cetak, maka menjadi Ghost Writer dan Content Writer bisa menjadi alternatif lain untukmu. Untuk lebih jelas mengenai profesi ini, kamu bisa dapatkan di halaman ini.

Sekian dari saya, semoga tulisan diatas bermanfaat untuk kita semua.

Ayo kita buktikan bahwa menulis bukan hanya hobby semata, tetapi juga bisa sebagai alternatif untuk memperoleh penghasilan.

sebarkan facebook Twitter Google Plus
Arief Putera - Menambah Penghasilan Dari Menulis - Teropongku.com - 628-9897-54-275 -33285 - 1145892