Melek Politik Perlu, Tapi . . .
Sudut Pandang

Aku menulis ini bukan berarti aku menjadi sok tahu atau apa, aku juga menyadari bahwa setiap manusia memiliki pandangan masing-masing yang tentunya lebih sesuai untuk kehidupan sehari-harinya dan aku sangat sadar suatu pandangan tidak bisa dipaksakan. Tapi tahukah kamu pentingnya tulisan ini untuk dipikirkan? Jangan menjudge aku dulu, jika kamu keberatan lupakan sajalah, aku hanya ingin menawarkan dan menggambarkan apa yang sedang kulihat di pemuda Indonesia terutama untuk para mahasiswa.

Sering kutemui di status facebook, twitter, dan juga dari omongan-omongan kawan-kawan yang mengatakan bahwa mereka kagak suka dengan politik, terlebih perpolitikan dinegara ini. Memang harus diakui bahwa memang dunia perpolitikan disini mempunyai lubang dimana-mana dan itu menjengkelkan. Tapi sebenci apapun dengan politik, bukan berarti kita harus tidak peduli dengannya. Bagaimanapun juga, sekarang sistem pemerintahan di Indonesia sangat tergantung dengan kualitas politiknya, ini berarti politik tentunya akan sangat bergantung pada kehidupan sosial sehari-hari kita nantinya, bukan hanya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai seorang pemuda yang apalalagi berstatus sebagai mahasiswa, ada baiknya baiknya kita melek politik. Melek politik disini bukan berarti kita mengikuti suatu kelompok atau partai politik dan ikut berpolitik. Maksud saya disini ialah supaya kita lebih kritis dan memahami apa yang sedang terjadi dinegara Indonesia. Terserah itu baik ataupun buruk, yang jelas sebagai penerus bangsa tentunya kita tidak ingin hanya menjadi penonton, kita juga berhak menjadi pemain dalam mensejahterakan masyarakat. Bukan berarti saya menyarankan berdemo ya. Semua orang bebas memilih untuk menjalankan cara apapun yang sesuai dengan kapasitas yang dimiliki, yang jelas yang terpenting disini kita mengetahui apa yang terjadi dinegara kita ini, lalu memikirkan solusi-solusi kongkrit serta ikut berjuang menjalankan solusi tersebut.

Sebagai seorang pemuda kita berhak mempunyai kebebasan berfikir, jadi gunakanlah. Apalagi jika kamu seorang mahasiswa yang tentu sudah terlatih untuk berfikir kritis dan berani mengkritisi sesuatu. Ingatkah kamu bahwa pemuda dan Mahasiswa memiliki sejarah penting dalam perjalanan negara Indonesia?

Sekali lagi aku sama sekali tidak menyuruh agar para mahasiswa untuk ikut-ikutan berdemo. Walaupun kita ikut demo, janganlah sekali-kali melupakan esensi demo itu sendiri. Banyak sekali mahasiswa yang melupakannya, misalnya bahwa kita berdemo untuk kepentingan rakyat, berarti dalam demo tersebut janganlah kita merugikan rakyat. Kasihan mereka, sudah capek-capek mencari makan dipanas terik matahari malah disuguhkan asap-asap dari ban yang dibakar. Kebanyakan mahasiswa ikut berdemo hanya untuk kesenangan dan ajang penyaluran bakat (Tinju) dan mereka tidak lagi memikrkan tujuan demo tersebut.

Sekali lagi kepada kawan-kawan sekalian, aku hanya menyarankan kepadamu agar kamu lebih tahulah sedikit apa yang terjadi di negeri tercinta ini. Sekali-kali jenguklah tv yang menyajikan berita dan diskusi-diskusi politik, jangan hanya acara Boy dan Girl Band doang. Disinilah kita dapat menilai bagaimana kepekaan kita pada orang lain yang sangat sulit untuk menjalani hidupnya, bukan seperti kita yang hanya bisa duduk santai sambil menikmati acara musik.

Sekali lagi, siapapun kamu, apapun pekerjaanmu, dari manapun asalmu, jadilah pemuda yang melek politik. Dengan begitu setidaknya kita mempunyai modal untuk melanjutkan kepemimpinan pemerintah yang sekarang boleh dibilang mempunyai banyak lubang.

sebarkan facebook Twitter Google Plus
Arief Putera - Melek Politik Perlu, Tapi . . . - Teropongku.com - 628-9897-54-275 -33285 - 1145892