Cara Investasi Reksadana
Sukses Berkarir

Reksadana menjadi satu pilihan investasi yang cukup mudah dan lebih menguntungkan. Investasi melalui reksadana, maka uang kita akan lebih cepat tumbuh. Reksadana adalah kumpulan dana yang dikelola untuk dibelikan saham, obligasi (surat hutang) atau instrument keuangan lainnya. Misalnya, kita ingin membeli saham namun harganya terlalu tinggi, sehingga sulit untuk melakukannya. Untuk itu, kita investasi di reksadana yang mana banyak orang yang juga menaruh uangnya di Reksadana untuk dibelikan saham. Maka secara tidak langsung, kita telah membeli saham tersebut.

Keuntungan lain adalah adanya tenaga profesional yang mengolah reksadana tersebut, sehingga kita tidak perlu khawatir atas kesalahan manajemen. Yang perlu kita lakukan adalah menentukan Reksadana mana yang akan kita beli. Ada banyak jenis Reksadana di pasar misalnya Reksadana pendapatan tetap, saham, pasar uang, campuran, index, dollar, syariah, terproteksi dan penyertaan terbatas. Namun yang popular ada lima:

Reksadana Pasar Uang

Reksadana ini 100% ditempatkan pada deposito, SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Reksadana ini relatif lebih aman, namun potensi keuntungannya hanya sedikit di atas deposito.

Reksadana Pendapatan Tetap

Minimal 80% dananya dialokasikan ke obligasi. Returnnya lebih tinggi dari pada Reksadana pasar uang. Umumnya returnya bisa mencapai lebih dari 10% per tahun

Reksadana Terproteksi

Reksadana ini menempatkan sebagian dananya dalam instrument obligasi yang sedemikian rupa dapat memberikan perlindungan atas nilai investasi pada saat jatuh tempo. Reksadana ini memiliki perlindungan 100% pada nilai pokok investasi jika dicairkan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

Reksadana Campuran

Reksadana ini dapat mengalokasikan dana diberbagai instrumen keuangan seperti deposito, obligasi, dan saham. Karena dapat berinvestasi disaham, maka Reksadana Campuran lebih beresiko namun  menghasilkan return yang lebih tinggi dari pada Reksadana Pendapatan Tetap.

Reksadana Saham

Reksadana ini menempatkan minimal 80% dananya ke saham sehingga mempunyai potensi keuntungan yang paling besar namun paling beresiko juga.

Cara investasi Reksadana

Pertama, tentukan Reksadana mana yang sesuai dengan profil resiko anda. Misalnya, Reksadana pasar uang, karena lebih aman namun keuntungan terbatas. Sedangkan Reksadana campuran dan saham, untung lebih besar namun resiko tinggi.

Kedua, pilih produk reksadana sesuai dengan jenis reksadana anda. Kunjungi http://www.infovesta.com/ dimana terdapat daftar Reksadana dan tingkat keuntungannya dalam 1 hari, 1 bulan, 1 tahun dan 3 tahun. Sebagai tips, pilih Reksadana yang tingkat keuntungannya dalam 3 tahun paling tinggi. Sebagai contoh :

(Tabel untung – rugi Reksadana dalam hitungan tahun)

Reksadana 2015 2016 2017
Untung Rugi Untung Rugi Untung Rugi
A 20% 10% 50%
B 5% 15% 30%

 

Jika dilihat tabel di atas, maka pilihan kita otomatis jatuh pada Reksadana B, karena lebih konsisten. Misalnya jika anda memilih Reksadana Saham, maka 3 besar Reksadana yang memiliki return 3 tahun paling tinggi adalah MNC Dana Ekuitas, Panin Dana Prima, dan Panin Dana Maksima.

Ketiga, cari informasi lebih lanjut tentang Reksadana tersebut mengenai berapa biaya pembelian dan penjualannya di internet dan pihak penjual Reksadana tersebut. Setelah menentukan akan berinvestasi di produk Reksadana yang mana, anda dapat mulai membelinya. Tips saya adalah rajinlah menyisihkan minimal 20% dari penghasilan anda untuk membeli Reksadana tersebut tiap bulannya.

sebarkan facebook Twitter Google Plus
Cara Investasi Reksadana | arief16 | 4.5