Sudut Pandang

Apapun yang ada didunia ini tak ada yang sempurna kecuali Tuhan yang maha sempurna (pepatah lama). Kalimat ini secara gamblang menyatakan bahwa setiap manusia baik itu tua maupun muda pasti jauh dari kata sempurna. Hal ini tentunya memaksa kita untuk saling membantu, saling mendengar, dan saling melengkapi.

Ketika kita merasa lebih senior dan berpengalaman, sering kita mengklain diri sendiri sebagai yang paling benar. Padahal orang disekitar kita mempunyai pemikiran dan sudut pandang yang berbeda. Akibatnya konflik tak dapat terhindarkan, walaupun hanya sebatas konflik hati. Dari konflik hati tersebut tak mustahil akan membawa bencanya yang tidak terduga. Sering kita menyaksikan perseteruan ayah dan anak, guru dan murid, kakak dan adik, dan lainnya hanya disebabkan pemaksaan kehendak oleh pihak tertentu.

Ingatlah, semua orang berhak didengar. Jika kita ingin didengar, maka dengarkanlah orang lain. Tak peduli mereka lebih muda dan tak berpengalaman karena mereka memiliki pandangan tersendiri. Jika itu baik walau bertentangan dengan pikir kita, jangan langsung diberi label salah. Pikirkan hak kita dan hak mereka. Jangan terlalu egois karena hal yang baik bagi kita belum tentu baik bagi mereka.

Ada yang bertanya padaku, mengapa aku berani menulis berbagai artikel tentang kehidupan, padahal aku sendiri masih muda dan belum banyak mengecap asam garam. Jawabku simpel, karena aku hidup dan aku punya indera untuk merasakan kehidupanku, lalu aku mencatatnya. Terserah kalian mau atau tidak untuk menerima pemikiran si anak bau kencur ini. Satu yang ku ajukan dihari ini, “Tua tak mutlak benar”.

Kalian Sependapat ?

sebarkan facebook Twitter Google Plus
Arief Putera - Senior Tak Mutlak Benar - Teropongku.com - 628-9897-54-275 -33285 - 1145892