Sudut Pandang

tanda tanyaMasih adakah iman dihati anda? Pertanyaan ini mungkin sedikit menyinggung perasaan. Pasti orang-orang akan banyak menyatakan “Ya” pada pertanyaan ini. Terlebih bagi orang yang “katanya” tak pernah ketinggalan beribadah.

Tapi hanya itukah?
Hanya tingkat kuantitas ibadah sajakah yang dapat mengukur keimanan?

Sebenarnya iman itu apa sih?
Apakah iman itu bisa diukur?
Kalau bisa, bagaimana caranya?

Gelo nih, pertanyaannya kagak bermutu . . .

Benarkah iman itu artinya percaya?
Kalau benar, apakah dihati kita sudah ada iman?

Percayakah kita bahwa Tuhan itu ada?

Percayakah kita bahwa jodoh, rezeki, dan yang lainnya di atur oleh Tuhan?

Sekarang, apakah ketika kita menjadi dokter, pegawai negeri, atau robot pemerintah lainnya kita akan dekat dengan Tuhan?

Lalu, apakah jika kita menjadi diri sendiri maka kita akan dijauhi Tuhan?

Apakah uang atau jaminan keuangan akan menjamin kebahagiaan?

Apakah menjadi robot pemerintah akan menjamin kebahagiaan?

Lalu apakah menjadi diri sendiri akan menjamin kita dalam kesengsaraan?

Apakah Tuhan akan meninggalkan kita jika kita bukan angota robot pemerintah?

Percayakah anda bahwa Tuhan ada dan selalu menemani kita dalam kondisi dan menjadi apapun?

Percayakah anda bahwa Tuhan akan memberikan kebahagiaan kepada orang-orang yang pandai bersyukur dan tidak menyimpang padanya?

Jika anda tidak percaya, maka masih adakah iman dihati anda?

sebarkan facebook Twitter Google Plus
Masih Adakah ‘Iman’ Di Hati Anda | arief16 | 4.5