Jejak Filantropi Keluarga Sukanto Tanoto
Inspiratif

Sukanto Tanoto dikenal sebagai salah satu pengusaha tersukses di Indonesia. Pandangan itu muncul karena keberhasilannya mengembangkan Royal Golden Eagle (RGE). Namun, di balik itu semua, pria kelahiran 25 Desember 1949 ini juga seorang filantropis. Ia bahkan setia menjalankannya bersama keluarganya.

Nama Sukanto Tanoto dalam dunia bisnis memang harum. Ia mendapat predikat sebagai Raja Sumber Daya Alam setelah berhasil membesarkan Royal Golden Eagle. Berdiri dengan nama awal Raja Garuda Mas sebagai perusahaan skala lokal di Medan, RGE kini tercatat sebagai korporasi kelas internasional dengan aset 18 miliar dolar Amerika Serikat dan karyawan sekitar 60 ribu orang.

Namun, kiprah Sukanto Tanoto tidak hanya di dunia bisnis. Ia juga sering melakukan kegiatan filantropi. Hal itu dilakukannya lewat dua cara, yakni dengan RGE yang dikelolanya maupun Tanoto Foundation yang didirikannya bersama sang istri, Tinah Bingei Tanoto.

Alasan di balik semangat filantropis yang dimiliki Sukanto Tanoto adalah hasratnya untuk memberi kembali kepada Indonesia. Sebagai pengusaha yang berkecimpung dalam pemanfaatan sumber daya alam, ia tahu persis potensi Indonesia. Di matanya itulah anugerah Tuhan untuk negeri kita dan harus dimanfaatkan.

Kebetulan Sukanto Tanoto berhasil menjalannkan bersama RGE. Sumber daya asal Indonesia disulapnya menjadi produk-produk bernilai tinggi. Namun, sebagai manusia, Sukanto Tanoto merasa wajib berbagi hasilnya kepada sesama.

Tak mengherankan, spirit filantropi juga ditularkannya kepada keluarganya. Baik istri maupun anak-anaknya terlibat aktif dalam beragam kegiatan sosial untuk masyarakat di sekitarnya.

Kegiatan filantropi keluarga Sukanto Tanoto secara resmi dimulai pada 2001 seiring pendirian Tanoto Foundation. Namun, jejak langkahnya sudah dirintis jauh sebelum itu ketika membangun sebuah Taman Kanak-kanak di Besitang, Sumatera Utara.

“Kegiatan filantropi kami dimulai pada 1981 di Indonesia untuk menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak karyawan di sekitar area operasi,” kisah Sukanto Tanoto kepada South China Morning Post.

Sejak saat itu, pendidikan menjadi bagian utama dalam kegiatan filantropi keluarga Sukanto Tanoto. Hal itu tidak lepas dari pengalaman buruknya ketika pernah putus sekolah pada usia muda.

Kala itu, sekolahnya ditutup akibat tragedi G30S. Namun, ia tidak bisa bersekolah lagi ke sekolah negeri karena ayahnya masih berstatus warga negara asing.

Cerita pahit tersebut justru mendorongnya berbuat sesuatu agar pihak lain tidak merasakan kesulitan yang sama seperti dirinya. “Secara khusus, pendidikan memang dekat dengan istri dan saya sendiri. Ini terutama karena kami berdua tidak bisa menyelesaikan pendidikan formal saat masih muda,” ujarnya.

Melalui Tanoto Foundation maupun RGE, Sukanto Tanoto selalu menyebarkan semangat haus terhadap pendidikan kepada semua pihak. Ia ingin semua orang bisa mendapatkan pendidikan berkualitas.

“Setiap anak harus mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan berkualitas. Dengan itu, mereka akan mampu mengeluarkan potensi terbesar di dalam dirinya. Keyakinan ini ada jantung semangat kami dalam bidang pendidikan,” katanya.

Namun, Sukanto Tanoto sadar bahwa ada salah satu penghambat terbesar dalam akses ke pendidikan berkualitas. Hal itu terkait dengan kemampuan ekonomi seseorang. Singkat kata kemiskinan kerap menjadi penghalang utamanya.

Oleh sebab itu, upaya filantropi yang dijalankannya juga difokuskan dalam kegiatan menghapus kemiskinan. Ia mencetuskan tiga hal yang harus dibenahi ketika ingin membuang kemiskinan jauh-jauh.

“Fokus kami dalam menghilangkan kemiskinan melalui tiga hal, yakni pendidikan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas hidup,” ucapnya. Kalau ketiganya dilakukan secara bersama-sama, Sukanto Tanoto yakin kemiskinan bakal bisa dihapuskan.

Tidak mengherankan, ketiga hal  tersebut pula yang menjadi fokus utama kegiatan Tanoto Foundation. Mereka menjabarkannya lewat beragam kegiatan yang konsisten dilakukan di area sekitar basis operasi RGE, yakni di kawasan Provinsi Riau, Jambi, dan Sumatera Utara.

RAGAM KEGIATAN

Dalam pelaksanaannya, Sukanto Tanoto sering memanfaatkan Tanoto Foundation. Mereka memiliki beragam kegiatan untuk memudahkan akses pendidikan, memberdayakan masyarakat serta meningkatkan kualitas hidupnya.

Dalam pendidikan misalnya. Lewat Tanoto Foundation, ia mengeluarkan beragam beasiswa. Dukungan untuk meraih ilmu yang lebih tinggi itu diberikan mulai untuk para siswa, mahasiswa, hingga guru. Selain itu, dalam bidang pendidikan, Tanoto Foundation juga sering memperbaiki sekolah dan mendorong kebiasaan gemar membaca lewat renovasi perpustakaan.

Sementara itu, dalam pemberdayaan masyarakat, secara khusus Tanoto Foundation memfokuskan kepada dua hal. Yayasan yang didirikan oleh Sukanto Tanoto ini hendak mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta mendukung para petani kelapa sawit.

Sedangkan dalam peningkatan kualitas hidup, ada beragam titik perhatian yang dijalankan oleh Tanoto Foundation. Mereka mendukung program sanitasi dan penyediaan sarana air bersih, memberikan perawatan kesehatan, membantu penelitian kesehatan, memberi bantuan bencana, serta memberdayakan perempuan,

 Saat menjalankannya, Tanoto Foundation sering bekerja sama dengan RGE. Dalam program Community Development misalnya. Mereka kerap bahu-membahu dalam membantu UKM meraih kemandirian.

Menariknya, Sukanto Tanoto selalu melibatkan keluarganya dalam beragam kegiatan filantropi yang dijalankannya. Ternyata ini terjadi karena ada alasan khusus di baliknya.

Sukanto Tanoto sadar saat ini kondisi keluarganya berbeda sekali dibanding pada masa mudanya. Kala itu, ia mesti berjuang untuk menyambung hidup. Namun, sekarang, anak-anaknya terlahir dalam kondisi yang jauh lebih baik.

Namun, hal itu justru mengusik hati Sukanto Tanoto. Ia tidak mau anak-anaknya terlena dalam kemudahan hidup. Di matanya, di balik kelebihan yang mereka miliki terdapat tugas dan kewajiban untuk membantu sesama.

Hal tersebut menjadi alasan mengapa Sukanto Tanoto dan istri memilih melibatkan anak-anaknya dalam berbagai kegiatan filantropi. Putra- putrinya akhirnya ikut aktif di Tanoto Foundation untuk menjalankan beragam aktivitas.

“Anak-anak saya memang sibuk dalam mengelola bisnis, namun mereka menyediakan waktu cukup banyak dalam kegiatan filantropi. Putri saya menjalankan yayasan dan putra bungsu saya juga terlibat di dalamnya. Manajer profesional mengelola yayasan bersama dengan anggota keluarga saya dan penasihat dari pihak luar yang duduk di jajaran direksi,” kata Sukanto Tanoto.

Putra-putri Sukanto Tanoto juga menikmati kegiatan filantropi bersama Tanoto Foundation. Kepedulian sosial mereka sudah dipupuk oleh ayah ibunya sejak kecil. Dulu mereka biasa merayakan ulang tahun di sejumlah panti asuhan. Hal itu dilakukan untuk menyadarkan bahwa ada pihak-pihak yang kurang beruntung yang perlu mendapatkan perhatian dan bantuan.

Kini, seiring waktu, anak-anak Sukanto Tanoto malah memberi arahan yang lebih tepat bagi Tanoto Foundation. “Generasi baru memimpin dalam mengidentifikasi hal-hal yang dibutuhkan oleh masyarakat dan manfaatnya. Hal itu disesuaikan dengan tujuan, keyakinan, dan spirit yang ada di keluarga kami,” ujar Sukanto Tanoto.

Kegiatan ini akhirnya menjadi sarana bagi Sukanto Tanoto memperat hubungan keluarganya. Sebab, ada hal lain yang dijadikan tujuan bersama di luar bisnis.

“Ketika membuat keputusan bisnis, kami berbeda. Namun, ketika keluarga kami menjalankan kegiatan filantropi, kami semua bersatu,” ucap Sukanto Tanoto.

http://www.aprilasia.com/en/sukanto-tanoto

https://id-id.facebook.com/SukantoTanoto/

sebarkan facebook Twitter Google Plus
Arief Putera - Jejak Filantropi Keluarga Sukanto Tanoto - Teropongku.com - 628-9897-54-275 -33285 - 1145892