Pengaruh Pengetahuan dan Ketidaktahuan
Sudut Pandang

““Semakin banyak yang anda ketahui,” maka akan lebih banyak lagi yang anda tidak ketahui.” Kalimat ini saya dapatkan dari bapak Iwan Sugriwan, ketika saya mengikuti Kegiatan Silaturahmi Ilmiah Rutin Fisika. Beliau adalah dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam keniveversitas Lambung Mangkurat (FMIPA UNLAM). Kalimat tersebut cukup membekas di Otak saya dan saya berusaha mencari kebenarannya.

Lho kok bisa begitu . . ? Bukankah 3 dikurang 2 samadengan 1 . . ? Jika kita tidak mengetahui 3 hal, lalu kita mencari tahu dan mendapatkan 2 hal, berarti ketidak tahuan kita tinggal 1, bukan begitu . . ?

Iya benar. Logika diatas memang benar apabila otak anda statis. Tapi kenyataannya otak kita ini terus berkembang dan memperbesar kapasitasnya untuk menampung pengetahuan. Rongga untuk menampung pengetahuan tersebut adalah ketidaktahuan.

Logikanya seperti ini :
Ada sebuah padang rumput, tinggi rumputnya sekitar tinggi orang dewasa. Karena itu orang-orang malas untuk melewatinya. Padahal jalan terdekat untuk kekampung sebelah adalah melewatinya. Tapi warga desa lebih memilih untuk memutar jalan. Pada suatu hari ada seorang pemuda yang hendak kekampung sebelah. Dia pun memlih melewati padang rumput. Hal ini kemudian membuat sedikit demi sedikit warga desa berani untuk melewatinya. Hal ini membuat sebuah rongga dipadang rumput tersebut yang digunakan sebagai jalan setapak. Karena banyaknya orang yang melintasinya, maka pemerintah membuatkan jalan umum yang melewati padang rumput tersebut.

Perumpamaan :
1. Padang rumput adalah otak kita
2. Pemuda, warga desa, dan pemerintah adalah pengetahuan
3. Rongga/jalan dipadang rumput adalah rongga otak kita (ketidaktahuan)

Kesimpulan
– Kerena pemuda dan warga desa semakin banyak melintasi padang rumput, maka akan semaki banyak pula rongga/jalan di padang rumput tersebut
– Karena pengetahuan semakin banyak melintasi otak kita, maka akan tercipta rongga-rongga (ketidaktahuan) di otak kita.

Tambahan :
Ketika kita baru mengetahui tentang internet, maka akan muncul ketidak tahuan kita tentang website, weblog, dll. Ketika kita mengetahui weblog maka akan muncul ketidaktahuan tentang widget, template, dll. Ketika kita mengetahui template maka akan muncul ketidaktahuan kita tentang HTML, PHP, Javascript, dll. Dan seterusnya. . .

Artikel ini terinspirasi oleh biografi Imam Syafi’i yang walaupun dia dijuluki sebagai Samudera Ilmu, tapi beliau tetap mersakan Dahaga Ilmu

sebarkan facebook Twitter Google Plus
Pengaruh Pengetahuan dan Ketidaktahuan | arief16 | 4.5