Tips Membuat Rencana Penghematan yang Realistis
Atur Duit

Untuk awal baru seperti tahun baru, hari pertama menjalankan pernikahan, masa kerja baru, seseorang biasanya mulai memikirkan tentang keputusan-keputusan penting, salah satunya yaitu membuat rencana penghematan.

Karena terlalu semangat, seseorang biasanya menerapkan standar yang terlalu tinggi saat membuat rencana penghematan. Alhasil, target yang ingin dicapai ‘pun terlalu muluk-muluk alias tidak realistis. Inilah yang menyebabkan seseorang gagal mencapai target finansial karena terlalu muluk-muluk ketika memformulasikan rencana penghematan.

Bagi kamu yang sedang mencoba membuat rencana penghematan, sebaiknya cek beberapa tips membuat rencana penghematan yang realistis berikut ini.

Tentukan Target yang Jelas

Berhemat bukan merupakan aktivitas yang tiba-tiba, melainkan mesti dilakukan sesuai dengan pemasukan dan pengeluaran rutin. Namun yang terpenting yaitu apakah kamu tahu jumlah penghematan yang ingin kamu capai? Untuk menentukan target penghematan yang paling jelas, maka kamu mesti membagi pendapatanmu menjadi tiga bagian.

Pertama kamu mesti menentukan pengeluaran rutin. Coba kalkulasikan berbagai pengeluaran misalnya biaya makan, biaya dapur, biaya listrik, dan lainnya. Kedua, coba tentukan target jangka pendek seperti biaya liburan, biaya beli gadget baru, dan lainnya. Ketiga yaitu tentukan target jangka panjang dengan jumlah penghematan yang tentunya lebih besar. Target jangka panjang bisa berupa target yang spesifik misal biaya membuat rumah baru, dan atau target dengan nominal misalnya ingin nabung 500 juta rupiah dalam setahun.

Prioritaskan Targetmu

Setelah kamu menentukan target penghematan yang paling jelas, maka kamu mesti memprioritaskan targetmu tersebut dibanding jenis-jenis target lainnya. Misalnya kamu punya target menyekolahkan anak ke luar negeri, maka kamu mesti memonitor progress penghematanmu dengan detail dan agak ‘bengis’.  Tak hanya itu, sebaiknya jangan terlalu banyak menentukan target karena kamu pasti akan kesulitan dalam memenuhi setiap target yang kamu buat. Jadi tentukan jumlah target dengan realistis dan jangan terlalu terpengaruh dengan imajinasimu mengenai lifestyle yang ideal.

Tentukan Dana Darurat

Hidup dipenuhi dengan berbagai ketidakmungkinan dan biasanya kita baru sadar pentingnya dana darurat saat kondisi finansial sedang krisis. Beberapa kejadian yang sangat membutuhkan dana darurat yaitu dipecat dari pekerjaan, mengidap penyakit ganas, kecelakaan, terlibat kriminal, dan lain-lain.

Prioritas paling utama yaitu menentukan dana darurat dengan kalkulasi pendapatan 3 hingga 6 bulan. Misalnya pendapatanmu yaitu 5 juta rupiah, maka kamu mesti mempersiapkan dana darurat sekitar 15 juta hingga 30 juta rupiah. Setelah dana darurat bisa kamu capai, maka kamu bisa fokus pada target penghematan yang lain. Jangan pernah sepelekan dana darurat ini, karena jika sudah terjadi hal yang tak diinginkan, kamu baru sadar betapa pentingnya dana darurat.

Pisahkan Antara Kebutuhan dan Keinginan

Untuk menentukan rencana penghematan yang realistis, ada baiknya kamu ‘pun memisahkan antara kebutuhan dan keinginan. Setelah kamu membuat daftar kebutuhan dan keinginan tersebut, kamu tinggal kurangi kebiasaan mengeluarkan uang untuk poin-poin yang ada dalam kolom keinginan. Kamu boleh saja mengeluarkan uang untuk keinginanmu, misalnya ingin beli smartphone baru, asalkan kamu memanfaatkan Bukalapak gratis ongkir.

Iya betul sekali, dengan voucher Bukalapak gratis ongkir ini, kamu bisa menghemat banyak sekali pengeluaran. Jadi intinya, kamu boleh mengeluarkan uang untuk poin keinginan, asalkan kamu menggunakan promo-promo tertentu di internet.

Komparasi Harga Barang

Meskipun kamu sudah menentukan target penghematan, namun percuma saja jika kamu tak melakukan komparasi harga barang. Misalnya kamu ingin membeli kipas angin, apakah kamu tahu rata-rata harga kipas angin di pasaran? Apakah kamu tahu merek kipas angin yang paling pas dengan rencana penghematanmu? Jadi pastikan kamu melakukan komparasi harga barang agar kamu bisa berhemat lebih banyak lagi. Gunakan internet untuk browsing harga produk-produk yang ingin kamu beli.

Nah itulah beberapa tips membuat rencana penghematan yang realistis. Jangan pernah membuat rencana penghematan yang ngawur dan atau terlalu ‘mengawang-awang’. Tentukan rencana penghematan serealistis mungkin, agar kamu mampu mencapai target yang kamu harapkan.  Selain itu, pastikan kamu juga menerapkan lifestyle yang lebih humble dan sederhana.

sebarkan facebook Twitter Google Plus
Arief Putera - Tips Membuat Rencana Penghematan yang Realistis - Teropongku.com - 628-9897-54-275 -33285 - 1145892