Sudut Pandang

Nggak tau kenapa pada Hari Sabtu, 26 Februari 2011 yang lalu SMAN 1 Mataraman di undang oleh Fakultas MIPA bid Fisika untuk mengikuti acara Silaturahmi Ilmiah Rutin Fisika (SIRF).  Denger-denger ini  kali pertama ada SMA yang di undang. Wah bangga nih, ternyata ada juga yang perhatiin sekolah pinggiran . Padahal prestasi akademik kami selama ini belum beriak tapi udah ada yang ngecengi, apalagi kalau nanti prestasi akademik kami meninggi, pasti banyak yang melirik.

Langsung ke cerita aja yua ….

Pagi sebelum berangkat, aku gelabakan dirumah. Maklum masih anak sekolahan, pasti super sibuk kalau sebelum berangkat sekolah. Kebetulan papi-mami lagi pulkam, jadi aku di rumah sendirian. Hari itu aku bangun kesiangan, sekitar jam setengah 7-an. Ku ambil handuk yang sedang rapi tergantung, lalu aku bergegas kekamar mandi. Ketika sedang menggosok gigi, aku baru teringat bahwa nasi, air matang, dan lauk belum tersedia. Tanpa pikir panjang langsng saja ku ambil beras untuk di tanak, lalu ku masak air dan ku pecahkan satu-satunya telur yang ada didalam kulkas untuk melengkapi hidanganku . hal itu kulakukan sekaligus sambil menyelesaikan aktifitasku membersihkan badan. Setelah selesai, aku sarapan seadanya. Kulihat waktu sudah menunnjukkan jam 7, saatnya berangkat. Kuambil jaket timnas Indonesia dan gas shogun hijau kesayanganku ku putar sekuat tenaga. kutinggalkan rumahku tersayang dengan keadaan luar biasa.

Tanpa terduga, di tengah jalan hujan turun membasahiku. Aku pun berhenti sejenak untuk menghindari kekuyupan. Kulihat jam sudah menunjukkan jam setengah 8. “gawat !! bisa ditinggalin temen nih kalau begini terus”  tanpa basa basi lagi ku terjang hujan untuk pergi ke sekolahku . Hatiku lega ternyata aku belum di tinggalkan oleh teman-teman.

“Rif, kamu hari ini setelah selesai acara langsung pulangkan? kamu punya SIM kan?” tanya Ijank. “Kenapa??” kataku keheranan. “Jam 3 Yadi ada kesibukan, sedangkan aku pengen mejeng hari ini.  Nih kuncinya” Ijank memberikan kunci dan STNK sepeda motornya kepadaku. Dengan rasa senang karena pake motor baru aku pergi ke tempat acara.
Ditengah perjalanan lagi-lagi hujan mengguyur.  Walaupun dengan intensitas rendah, tetap saja hujan ini membuatku sulit bernafas dan membuat badanku menggigil. Aku pun bertukar posisi dengan Yadi. walaupun tidak punya SIM, bagiku kemampuan Yadi untuk mengendarai sepeda motor cukup bagus.

Sesampainya di FMIPA, kami disambut 2 orang kakak yang menurutku sangat ramah. “dari mana de?” kata mereka. “SMAN 1 Mataraman” jawab kami hampir serentak. “Langsung masuk keruangan aja de, kalian sudah di tunggu” kata salah seorang dari mereka berdua. Kami pun berjalan mengikuti langkah mereka.
Baru saja menginjak pelataran kampus, aku sudah merasa begitu diperhatikan. Nggak tau mengapa aku merasa  semua mata tertuju padaku. Mungkin karena aku begitu ganteng , hahaha. Mungkin karena kami anak-anak SMA kali ye, atau mungkin apalah yang jelas sikap mereka itu membuatku sangat risih.

Tak terasa akhirnya kami tiba di ruangan yang telah disediakan. Ruangannya gede dan cukup nyaman walaupun menurutku ruangan ini tidak terlalu bagus. Seluruh anak SMA mengambil posisi di paling depan dan kakak-kakak mahasiswa duduk di belakang. Skitar 15 menit kemudian acarapun dimulai dan di atur oleh pak Iwan. Pikiranpun langsung kupaksa untuk berkonsentrasi untuk mengikuti materi.

Materi pertama disampaikan oleh bu Sudaryati dengan tema “FISIKA dan GEOFISIKA”. Materi beliau cukup menarik dan sebenarnya membuatku memiliki banyak pertanyaan. Karena waktu yang cukup singkat, hanya satu pertanyaan yang berhasil ku ajukan. Inti pertanyaan itu adalah seberapa besar peluang keberhasilan lulusan FMIPA  untuk mengarungi dunia kerja. Beliau menjawab bahwa peluang kerja lulusan FMIPA sangat terbuka lebar karena lulusan FMIPA serba bisa. Maksudnya bisa bekerja di bank, ekonom, seniman, guru, dibidang medis, dan masih banyak yang lagi yang disebutkan. Beliau memberikan tips agar kita sukses dalam dunia kerja, yaitu:

  1. Berusaha untuk selalu terlihat. Tips ini sempat membuat aku malu bukan kepalang karena disaat itu kepalaku plontos dan akibatnya aku menjadi bahan ejekan kakak-kakak mahasiswa. Padahal maksudnya adalah kita harus memiliki sesuatu keahlian yang jarang dimiliki orang lain agar kita mudah dikenali.
  2. Jangan hanya menunggu panggilan kerja. Makudnya kita harus lebih mandiri untuk menciptakan peluang bahkan lapangan pekerjaan.

Materi berikutnya bertema “BETON DENGAN MIKROSILIA” yang disampaikan oleh kak Anton, salah satu mahasiswa FMIPA Fisika Jurusan Fisika Bumi. Kak Anton orangnya humoris dan penuh percaya diri. Hal ini membuatku sangat suka pada dia. Seperti seminar pertama, banyak hal yang aku ingin tanyakan, tetapi hanya satu yang bissa ku ajukan. Pertanyaannya sih sangat mudah bagi sebagian orang, tetapi aku bener-bener kagak tau.
Materi yang keempat dan kelima aku sudah tidak terlalu memperhatikan lagi. Karena bagiku hal hal yang disampaikan disana begitu asing ditelingaku. Materinya tentang laser bioda dan elektro . . . (alat pendeteksi gempa) ada yang tau nggak?
Setelah acara selesai aku sempat ngobrol-ngobrol sama pak Iwan dan Kak Kiky tentang materi-materi tersebut. Dikarenakan teman-temanku  ninggalin diriku sendirian, jadi aku bergegas mengakhiri pembicaraanku yang sangat menyenangkan. Bukan hanya karena itu, dari acara baru dimulai sampai selesai aku sudah sangat kangen sama yang namanya toilet. Mungkin itu penyebab utama aku memutuskan pembicaraan, hehe.
Pulang dari sana kami di traktir bu Julent makan Bakso, hihi senangnya. Setelah itu aku pulang dengan akhiku Ahmad Riyadi sambil curhat-curhatan.

Hal-hal baru yang tersirat kudapatkan dalam perjalanan ini;

  1. Fisika itu asyik, bukan hanya mengenai rumus-rumus
  2. Mahasiswa Fmipa itu gokil-gokil, nggak ngebosenin
  3. Dosennya juga gokil dan bersaha bersahabat
  4. Ejekan anak-anak mahasiswa begitu luarbiasa, bahkan 3x lipat dari anak SMA
  5. Aku mirip Markus, hehehe

Buat Kak Kiky dkk terima kasih udah ngundang kami ke fakultas kakak….:-)

sebarkan facebook Twitter Google Plus
Catatanku Tentang SIRF 26 Februari 2011 | arief16 | 4.5