Tapi Aku Tahu Rasanya
Sudut Pandang

Ngomongin cewek sih nggak akan ada habisnya. Mungkin akan ada banyak hal yang akan terkuak. Tapi kali ini ingin sekali rasanya aku berteriak. Ku telah menyukai orang yang salah. Mengapa hal ini terjadi padaku, aku pun tidak tahu itu. Dia sama sekali bukan tipeku. Dia cantik, bahkan paling cantik. Tapi bukan itu yang membuatku tergila-gila, tapi aku tidak tahu itu. Tapi satu hal yang membuatku merasa terjatuh kelembah yang salah. Dia sudah punya. Tapi bukan itu yang membuatku begitu sakit. Dia begitu membuatku merasakan …. tapi mungkin aku salah. Yang ku bisa hanyalah berteriak sekeras-kerasnya mencoba sejenak melupakan rasa sakitku. Dia seakan-akan membuka hati untukku, tapi mungkin tidak atau apalah. Dia begitu padaku, ternyata aku salah.

Aku “Apakah kamu suadah punya . . . ?”
Dia “Belum, mengapa kamu berfikir seperti itu?”

Sebenarnya itu yang membuatku merasa sangat sakit hati. Jujur saja padaku, aku tidak akan merasa kesal karena itu hakmu. Tapi bukankan dibohongi itu bukan hakku?

Aku tahu kartu as dia, tapi tidak mungkin aku ungkapkan padanya. Aku tahu betapa sakitnya kalaau aku ungkapkan. Tapi aku tidak bisa menahan, tapi aku takut kalau suatu hari nanti ini terjadi padaku.

Satu hal yang ingin aku katakan, maafkan aku teman-teman, mungkin aku dulu menganggap masalah seperti ini mudah. Dulu aku mudah sekali mengatakan kamu salah jatuh cinta, maka lupakan dia. Tapi sekarang akupun sadar aku tidak bisa melupakannya walau rasanya itu sakit minta ampun.

Pesan untuk si dia : AKU HANYA BUTUH KEJUJURAN !!!!!.

Maaf kalau tulisanku ini begitu amburadul.

sebarkan facebook Twitter Google Plus
Tapi Aku Tahu Rasanya | arief16 | 4.5