Sabtu, 30 Desember 2017 Buah Hati
Memilih Tes Alergi Anak

Pernahkah Anda bertanya mengapa anak Anda terkadang gatal-gatal setelah melakukan kontak dengan sesuatu? Bisa jadi, anak tersebut memiliki alergi.

Tidak hanya muncul pada orang dewasa, alergi juga sangat umum terjadi pada anak. Salah satu cara untuk menangani hal ini adalah dengan melakukan tes alergi anak untuk mengetahui jenis alergen apa yang dapat memicu reaksi alergi pada anak.

Hal ini penting dilakukan sehingga orang tua bisa mencegah alergi agar tidak terjadi dengan menghindari alergen tersebut. Pada dasarnya, tes alergi yang dilakukan pada anak tidak jauh berbeda dari tes pada orang dewasa.

Skin Prick Test

Tes paling umum yang sering dilakukan adalah Tes Kulit atau Skin Prict Test karena sangat mudah dikerjakan. Tes ini dilakukan dengan menempelkan beberapa jenis alergen pada kulit untuk mengetahui reaksi alergi yang terjadi kemudian. Dalam waktu 15-20 menit, hasilnya sudah diketahui apakah alergen tersebut menimbulkan reaksi alergi atau tidak.

Satu hal yang perlu diingat, sebelum anak Anda menjalani tes ini, pastikan tidak mengkonsumsi obat kortikosteroid ataupun antihistamin 3 hari sebelum tes agar hasil yang keluar spesifik.

Uji Intradermal

Tes alergi anak selanjutnya yang juga lazim dilakukan adalah uji intradermal. Tes ini dilakukan dengan cara yang berbeda dari tes yang pertama.

Caranya adalah dengan menyuntikkan alergen secara intradermal sebanyak hanya 0.02 hingga 0.03 ml hingga wheal sebesar 3 mm terbentuk. Hasil akan dinyatakan positif apalagi wheal mengalami penambahan sebesar 3 mm dari ukuran awal dan adanya kemerahan pada sekitar wheal.

Namun, uji ini juga punya resiko yakni resiko anafilaksis lebih besar dari tes kulit. Maka, dianjurkan untuk menjalani tes kulit terlebih dahulu. Jika tes kulit tersebut masih belum dapat memberi jawaban maka baru dilakukan uji intradermal.

Uji Provokasi dan Patch Test

Jenis tes selanjutnya yang juga bisa dilakukan di tanah air adalah uji provokasi dan patch test. Uji ini biasanya diambil sebagai langkah terakhir apabila dua jenis tes sebelumnya belum dapat memberikan hasil. Uji dilakukan dengan menempelkan zat pemicu alergi pada kulit selama 48 hingga 72 jam untuk melihat reaksi alergi.

BAGIKAN KE: Teropongku.com WA Teropongku.com LINE Teropongku Twitter Google Plus