Selasa, 27 Februari 2018 Cantik
Sepak Terjang Sepatu Sneakers di Indonesia

Selama ini, kamu pasti nganggep sneakers cuma bisa dipakai sebagai alas kaki aja. Ternyata fungsi sepatu sneakers beragam loh.

Deretan sepatu sneakers canggih dengan teknologi paling mutakhir

Kenyataannya, banyak produk yang didesain dengan teknologi canggih jadi bisa menambah fungsinya. Apa aja sih? Yuk simak review di bawah.

  • Lechal. Apa sih teknologi yang biasanya ngebantu kamu nemuin arah di jalan? Yup, GPS. Biasanya kamu cuma bisa nemuin teknologi ini di smartphone. Sekarang, udah ada sepatu sneakers yang punya teknologi ini loh. Namanya Lechal. Sepatu sneakers ini bakal ngarahin kamu ke jalan yang benar. Dia bakal bergetar kalau kamu salah arah. Kalau udah di persimpangan dan sepatu kanan geter, tandanya kamu harus belok kanan. Begitu pula sebaliknya. Keren banget gak sih? Selain nunjukin arah, Lechal juga bisa ngitung langkah kaki, kalori, sampai jarak tempuk per satuan waktu. Harganya murah aja kok, Cuma 2,1 juta rupiah.
  • Digitsole. Digitsole bisa menghangatkan kaki saat kamu ada di daerah dingin. Soalnya, dia dibekali sama fitur penghangat hingga suhu 45 derajat Celsius! Harganya lumayan sih, sekitar 6 juta rupiah.
  • Shiftwear. Shiftwear unik banget. Jadi, dia bisa nampilin gambar statis ataupun bergerak di bagian pinggirnya. Dia pakai baterai, tapi gak gampang habis. Selain itu baterai juga bisa terisi otomatis kalau kamu bergerak.
  • Nike Hyperadapt 1.0. Sepatu sneakers ini bisa mengencangkan tali secara otomatis. Jadi, ada sensor di bawah sol yang bisa mendeteksi kelonggaran saat berjalan.

Maraknya produk imitasi membuat pasar produk kreatif Indonesia tidak berkembang

Kamu pasti sadar, belakangan ini banyak banget produk Cina yang muncul di pasaran. Gimana enggak, pasca perjanjian CAFTA (China ASEAN Free Trade Area), negara itu bebas memasukkan barang ke Indonesia.

Imbasnya, pedagang lokal jadi dapet kompetitor yang sulit dikalahkan. Soalnya, ternyata banyak orang yang memilih produk Cina dibanding lokal. Misalnya aja salah satu pedagang Tanah Abang. Ia mengaku lebih memilih barang Cina soalnya kualitasnya lebih bagus. Harganya juga lebih murah dari barang lokal. Makanya, sekarang 80% barang di Tanah Abang berasal dari Cina.

Di tempat lain, seorang pedagang mainan anak juga mengaku kalau sekarang tokonya dibanjiri barang Cina. Dia bilang harganya relatif lebih murah dan berkualitas lebih baik dibanding barang lokal. Gara-gara ini, produsen mainan anak lokal jadi nurunin harga 5 sampai 10 persen.

Gak cuma di kota aja, ternyata dampak ini sampai ke daerah juga. Contohnya, omzet padagang batik Pekalongan menurun sejak CAFTA diberlakukan.

Menguak potensi ekonomi kerajinan lokal yang potensial

Sayang sekali hal di atas terjadi, padahal sebenernya kerajinan lokal punya potensi yang gede. Faktanya, nilai ekspor produk kerajinan terus meningkat. Awalnya 15,5 triliun di tahun 2010 menjadi 21,7 triliun tahun 2013. Ini tandanya kualitas kerajinan lokal udah masuk standar internsional. Kontribusi industri kerajinan sebenernya besar banget buat ekonomi nasional.

Sebenarnya gak cuma di luar negeri sih, di dalam negeri pun orang-orang masih minat beli kerajinan lokal. Buktinya, konsumsi produk kerajinan lokal meningkat dari 110,4 triliun pada 2010 jadi 145,2 triliun di 2013. Pameran kerajinan lokal seperti Inacraft juga ramai dikunjungi pengunjung setiap saat.

Kerajinan lokal itu kreatif banget sebenernya. Ada produsen yang mengolah sampah karung bekas jadi notebook, topi, dompet, sampai ransel segala! Produsen ini belajarnya otodidak, gak pakai guru. Tapi dengan kreatifitas yang tinggi, dia bisa kepikiran buat produk seperti itu.

Model sepatu sneaker dari pengrajin Indonesia

Siapa yang pernah pakai sepatu sneakers, tapi dari kain? Belum pernah kan? Paling-paling kalau ada ya sepatu buat bayi gitu. Ternyata ada pengrajin Indonesia yang kreatif banget bikin sepatu sneakers handmade rajutan buat orang dewasa.

Lucunya, meskipun berupa rajutan, sneakers ini tetap terkesan sporty loh. Bagian dalam sepatu berupa suede, atau bahan kulit yang dibalik gitu.

Hent Crochet, nama mereknya, mengklaim kalau dipakai rasanya bakal luwes, lunak dan nyaman. Varian warnanya sendiri ada putih, hitam, dan coklat. Pengrajinnya ngasih ukuran dengan sangat detail untuk perempuan dan laki-laki, jadi kamu gak perlu takut salah beli. Nama sepatu sneakers itu KungFu 2 Sneakers, bisa kamu cari di internet.

Nah, Hent Crochet sendiri masarin produknya gak Cuma di sosmed sendiri, tapi di marketplace online Qlapa. Situs ini udah ngebantu banyak pengrajin buat naikin omzet perusahaannya. Qlapa banyak dipilih pengrajin soalnya di sana gak ada reseller. Jadi, persaingan murni di antara pengrajin asli.

Situs ini dibentuk tahun 2015 oleh Benny Fajarai dan Fransiskus Xaverius. Seiring berjalannya waktu, situs telah memiliki ribuan produk kerajinan tangan pada 2016 dengan penjual mencapai ratusan orang. Di sini, gak cuma tersedia sepatu sneakers aja, tapi ada juga aksesoris, alas kaki, sampai perabot rumah tangga.

BAGIKAN KE: Teropongku.com WA Teropongku.com LINE Teropongku Twitter Google Plus