Minggu, 29 April 2018 Inspiratif
Luis Milla Kecewa Hasil Pertandingan Timnas U-23 Indonesia Kalah Dari Bahrain

Pertandingan Timnas U-23 melawan Bahrain pada laga pertama PSSI Anniversary Cup 2018 pada Jumat 27 April 2018 telah usai, di laga pertamanya itu Timnas Indonesia harus menerima kekalahan dengan skor 0-1. Dengan kekalahan tersebut, tentu saja Luis Milla sangat kecewa karena Indonesia kebobolan di menit awal dan ini adalah pertandingan pembuka.

Bahrain mampu mengerakan jaring gawang Timnas Indonesia karena telah menyarangakan bola kedalam gawang yang di jaga oleh Andritany Ardhiyasa, menariknya Timnas Indonesia kebobolan di menit-menit awal di pertandingan tersebut. Pada menit ke empat, gelandang Bahrain mampu mencetak gol dan membuat gawang yang di jaga oleh Andritany Ardhiyasa kebobolan. Mohamed Marhoon mampu membuat satu stadion Pakanasari terhening, para penonton seperti tidak percaya apa yang telah terjadi di menit awal tersebut.

Mohamed Marhoon  mampu lepas dari pengawalan para pemain belakang Timnas Indonesia, sehingga permain bernomor punggung delapan ini duel satu lawa satu melawan penjaga gawang Timnas Indonesia. Selain telah kebobolan di menit-menit awal dan mengalami kekalahan, kesialan Timnas Indonesia belum berakhir karena di menit ke 90+5 wasit harus mengeluarkan kartu merah untuk salah satu pemain Timnas.

Pemain Timnas yang saat itu di berikan kartu merah adalah Rezaldi Hehanussa, pada saaat sedang berebut bola dengan para pemain Bahrain Rezaldi terpancing emosi dan langsung memberikan pukulan pada pemain Bahrain. Keputusan wasit memberikan kartu merah di menit akhir tersebut adalah keputusan yang tepat, karena mau bagaimanapun pelanggaran memang harus di berikan sanksi kartu kuning ke dua bagi Rezaldi.

Luis Milla kecewa bukan karena di pertandingan Timnas U-23  kalah dari Bahrain, namun pelatih Timnas itu kecewa karena permainan Bahrain yang menggunakan trik kotor. Setelah mampu membuat gol dan unggul dari Timnas Indonesia Bahrain menggunakan taktik mengulur-ngulur waktu, memang taktik tersebut sudah tidak asing lagi di sepak bola dan cukup efektif. Namun Luis kecewa dengan gaya permainan seperti itu, terlebih lagi para pemain Bahrain sering melakukan akting kesakitan meskipun tidak mengalamibenturan keras. Taktik tersebut berhasil membuat pemain Timnas Indonesia terpancing emosi di menit-menit akhir, sehingga Rezaldi melakukan pelanggaran dan di usir dari lapangan di menit-menit akhir.

Namun memang sudah kenyataanya bahwa Bahrain memang memilikigaya sepak bola sepeti itu, bermain dengan taktik mengulur waktu adalah salah satu cara Bahrain dalam memotong ritme permainan. Pelatih Timnas Indonesia pun berharap di pertandingan selanjutnya, wasit dapat lebih bertindak tegas.

Pertandingan perdana antara Timnas Indonesia dengan baharain Jumat 27 April 2018 kemarin adalah pertemuan pertama , sebelumnya Timnas Indonesia U-23 belum pernah bertanding dengan timnas Bahrain meskipun di dalam pertandingan tidak resmi. Sehingga ini menjadi pengalaman para pemain Timnas dan semoga kedepanya menjadi lebih siap dalam menghadapi Bahrain dengan gaya permainanya. Di pertandingan selanjutnya pada tanggal 30 April 2018, Timnas Indonesia akan bertanding melawan Korea Utara di stadion Pakansari Bogor. Luis Milla berharap di pertandingan tersebut anak asuhnya dapat membalas kekalahan dan memberikan hasil yang maksimal. Luis Milla akan menurunkan Spaso di menit-menit awal, agar Timnas Indonesia dapat terus menggempur dan mencetak gol ke gawang lawan.

Untik menyaksikan pertandingan Timnas U-23 melawan Korea Utara Senin 30 April 2018, kamu dapat menyaksikanya di TV swasta atau datang langsung ke stadion Pakansari untuk mendukung secara langsung Timnas Indonesia bertanding. Tiket dapat di dapatkan langsung on the spot di stadion Pakansari, atau melalui online via Bukalapak.

BAGIKAN KE: Teropongku.com WA Teropongku.com LINE Teropongku Twitter Google Plus