Senin, 4 Februari 2019 Atur Duit
5 Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Memulai Bisnis dengan Modal Pinjaman

Sebelum apply pinjaman tunai tanpa jaminan proses cepat, baik ke fintech seperti Kredivo atau pun lembaga keuangan konvensional dengan tujuan untuk modal bisnis, apakah kamu sudah membuat perencanaan bisnis yang matang? Apakah jumlah yang mau dipinjam sudah disesuaikan dengan prediksi modal yang kamu butuhkan untuk memulai bisnis?

Kalau belum dan masih menduga-duga tanpa perencanaan, sebaiknya, tunda dulu mengajukan pinjaman. Mengapa? Karena kondisi tersebut bisa berpotensi membuat kamu melakukan 5 kesalahan fatal dalam memulai dan mengelola dana bisnis berikut ini.

Menyetok bahan baku secara impulsif tanpa perencanaan matang

Memang, di awal-awal membangun usaha, excitement-nya masih terasa tinggi. Tapi, jangan salah, ilusi perasaan gembira yang berlebihan ini bisa-bisa membuat kamu menghabiskan modal untuk prioritas yang salah. Menyetok bahan baku secara berlebihan misalnya. Kalau jenis bisnis yang mau dijalankan adalah bisnis kuliner dengan bahan baku segar, menyetok bahan baku dalam skala besar sekaligus bisa berujung petaka.

Meski disimpan dalam kulkas, bahan baku segar yang disimpan terlalu lama sudah pasti bakal layu, kadar kesegarannya menurun, atau bahkan busuk. Untuk menghindari kondisi ini, selain membuat perencanaan yang matang untuk beli bahan baku (seminggu sekali, misalnya), jangan memelihara pola pikir “sekalian”, “mumpung murah”, atau “supaya nggak ribet”. Kalau mau bikin usaha, sudah pasti sepaket dengan harus mau ribet. Terutama dalam hal riset kapan waktu naik turunnya harga bahan baku, berapa kuantitas stok bahan baku yang tepat, serta berapa lama bahan baku bisa bertahan sesuai jenis usahanya masing-masing.

Merekrut karyawan secara berlebihan

Masih soal excitement di awal memulai bisnis, sebagai pemilik modal, mungkin kamu akan berpikir untuk lebih mengambil bagian di sisi keuangan bisnis dibanding sebagai pekerja yang terjun langsung. Dari situ, mungkin juga akan muncul ide untuk merekrut karyawan untuk bagian A, bagian B, dan bagian-bagian lainnya yang ada dalam perencanaan bisnis yang kamu jalankan. Perekrutan karyawan yang nggak disertai dengan perhitungan keuntungan bisnis atau alokasi bujet khusus untuk gaji karyawan, bisa berakibat fatal. Nggak hanya soal gaji, perkara bonus, THR, kesehatan, dan kesejahteraan karyawan yang kamu rekrut juga perlu dipikirkan, dan pastinya memakan biaya yang nggak sedikit.

Tidak memiliki dana cadangan & melakukan pembukuan dari awal

Kata orang, kalau dapat uang dengan cara cepat, biasanya habisnya juga akan cepat.

Nah, jangan sampai ini berlaku untuk usaha yang kamu mau bangun ya, meskipun sumber modalnya dari pinjaman tunai tanpa jaminan proses cepat. Saat modal sudah ada, jangan langsung dialokasikan seluruhnya untuk sarana dan prasarana bisnis. Sisihkan juga dana tabungan cadangan untuk 3 sampai 6 bulan ke depan. Dana cadangan ini besarannya bisa disesuaikan dengan jumlah angsuran pinjaman per bulan. Kalau angsurannya Rp 1 juta per bulan, maka sisihkan kurang lebih sekitar Rp 5 juta untuk 6 bulan ke depan. Dana cadangan akan sangat berguna ketika usaha yang kamu jalankan kondisinya belum stabil, tapi kamu harus tetap rutin membayar angsuran pinjaman.

Sama pentingnya dana cadangan, pembukuan usaha sudah harus dilakukan dari awal sejak modal dialokasikan. Jangan tanam mindset “bisa nanti-nanti” untuk pembukuan usaha. Kalau mau cash flow bisnis tetap sehat, semua pengeluaran dan pemasukan wajib tercatat dengan rapi dalam pembukuan dan dievaluasi hasilnya setiap hari.

Memiliki mindset bahwa promosi artinya sama dengan bakar uang

Promosi menjadi strategi penting dalam berbisnis yang perlu dijalankan. Tapi, promosi nggak selalu artinya harus menggelontorkan dana besar-besaran. Kamu bisa juga mencoba cara inovatif lain untuk promosi, misalnya dengan mengandalkan media sosial atau referensi teman dan kerabat dekat. Di awal-awal, nggak masalah untuk bakar uang demi menarik banyak orang melirik usahamu, setelah dirasa cukup, promosi selanjutnya perlu berorientasi pada perhitungan profit margin supaya bisnis bisa terus berkembang dan stabil.

Menggunakan modal untuk memenuhi kebutuhan pribadi

Kesalahan terakhir ini adalah kesalahan yang paling sering dilakukan pebisnis pemula. Menggunakan modal demi memenuhi kebutuhan pribadi biasanya dimulai dengan landasan asumsi “nanti bisa ketutup dari keuntungan bisnis”. Iya kalau bisnisnya langsung untung, kalau rugi? Akibatnya bisa cukup fatal apabila sumber modalnya berasal dari pinjaman tunai tanpa jaminan proses cepat.

Cari pinjaman tunai tanpa jaminan proses cepat? Daftar Kredivo sekarang, prosesnya cuma hitungan menit!

Untuk pinjaman tunai tanpa jaminan proses cepat, kamu bisa mengandalkan Kredivo, sebagai fintech yang bisa memberikan plafon kredit maksimal hingga Rp 30 juta. Plafon kredit nontunai ini bisa digunakan baik untuk belanja cicilan di e-commerce rekanan Kredivo, maupun dicairkan menjadi pinjaman tunai lewat fitur resmi yang tersedia di aplikasi.

Untuk bisa daftar akun Kredivo, kamu wajib memenuhi tiga syarat utama berikut ini:

  • Berusia minimal 18 tahun ke atas,
  • Berpenghasilan tetap minimal Rp 3 juta per bulan,
  • Berdomisili di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi.

Kalau sudah memenuhi syarat, kamu bisa langsung download aplikasi Kredivo di Google Play Store atau App Store, dan daftar sesuai instruksi yang diberikan. Mulai dari mengisi form data diri, menggunggah foto KTP, foto selfie, bukti penghasilan berupa slip gaji dan rekening koran, dan foto dokumen bukti tempat tinggal berupa STNK dan Kartu Keluarga. Cukup beberapa menit untuk mendaftar dan hanya memakan waktu 1 x 24 jam untuk menunggu proses approval dan pemberian limit kredit.

Apabila sudah dapat limit kredit, maka limit bisa langsung kamu gunakan untuk belanja cicilan s.d 12 bulan di Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dan merchant lainnya yang telah jadi mitra Kredivo. Supaya bisa nyicil pakai Kredivo dengan opsi tenor 3/6/12 bulan dengan suku bunga 2,95% per bulan, kamu cuma perlu belanja minimal sebesar Rp 1 juta di e-commerce pilihanmu.

Limit kredit bisa juga diubah jadi pinjaman tunai mini atau pinjaman tunai jumbo. Bedanya, untuk pinjaman mini, jumlah minimal pinjaman harus sebesar Rp 500 ribu, kalau yang jumbo, harus sebesar Rp 1 juta. Pinjaman mini memiliki tempo pengembalian maksimal 30 hari, sedangkan pinjaman jumbo memiliki opsi tenor pengembalian 3 bulan atau maksimal sampai 6 bulan.

Maksimal pinjaman tunai yang bisa kamu ajukan di Kredivo bisa mencapai puluhan juta juga lho. Tergantung dengan seberapa banyak limit kredit yang kamu punya untuk tenor 6 bulan. Kalau ada 10 juta, maka kamu bisa apply pinjaman tunai tanpa jaminan proses cepat di Kredivo maksimal sampai Rp 10 juta. Apabila pengajuan disetujui oleh Kredivo, dana akan cair ke rekening pribadi yang kamu daftarkan hanya dalam hitungan menit!

Yuk, mulai bisnismu sekarang dengan Kredivo!

Mohon Tinggalkan Komentar Di Bawah Ini
BAGIKAN KE: Teropongku.com WA Teropongku.com LINE Teropongku Twitter Google Plus