Selasa, 2 Juli 2019 Tentang Penyakit
Konsumsi Minuman Diet Bisa Picu Penyakit Jantung, Benarkah?

Minuman diet ditujukan bagi Anda yang ingin memangkas berat badan. Namun, benarkah minuman ini justru memicu penyakit jantung?

Pada dasarnya, minuman diet diciptakan untuk membantu Anda menurunkan berat badan. Namun sayang, para pakar kesehatan tidak semuanya sependapat dengan hal tersebut. Alih-alih menurunkan berat badan, minuman diet justru dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke dan penyakit jantung.

Hal itu dikonfirmasi oleh penelitianyang dilakukan American Heart Association dan American Stroke Association. Menurut hasil penelitian mereka, minuman diet, soda, atau jenis minuman yang mengandung pemanis buatan lainnya justru meningkatkan risiko stroke sumbatan, serangan jantung, dan kematian dini pada wanita berusia di atas 50 tahun.

“Ini adalah studi konfirmasi lain yang menunjukkan hubungan antara minuman yang mengandung pemanis buatan dan risiko penyakit vaskular (pembuluh darah). Meskipun kami tidak dapat menunjukkan penyebabnya, ini merupakan sebuah peringatan,” kata Presiden Akademi Neurologi Amerika, Dr. Ralph Sacco. Mengapa hal ini bisa terjadi dan apa pemicunya, terus dikaji hingga saat ini.

Hasil penelitian tersebut juga diamini dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter. Menurut dr. Karin, orang yang suka mengonsumsi minuman diet atau yang mengandung pemanis buatan memang lebih berisiko terkena penyakit jantung.

Senada dengannya, dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter mengatakan bahwa minuman diet atau yang mengandung pemanis buatan juga tidak memiliki kandungan gizi yang memadai.

“Penggunaan pemanis buatan yang berlebihan dapat membuat Anda lebih cepat kenyang karena rasa manisnya. Padahal, kebutuhan gizi belum terpenuhi dengan sempurna,” kata dokter yang biasa dipanggil dr. Egaini.

Oleh karena itu, meskipun ada label minuman diet, Anda tidak boleh mengonsumsinya berlebihan. Konsumsi minuman ini secara sembarangan malah akan memicu terjadinya stroke, penyakit jantung, dan gangguan kesehatan lainnya di kemudian hari. Akan lebih baik bila Anda menggantinya dengan mengonsumsi air putih sebanyak 8–9 gelas sehari.

Mohon Tinggalkan Komentar Di Bawah Ini
BAGIKAN KE: Teropongku.com WA Teropongku.com LINE Teropongku Twitter Google Plus