Friday, 18 December 2020 Buah Hati
Cara Ibu Memilih Mainan yang Tepat untuk Buah Hati

Bagaimana Anda memilih hadiah mana yang tepat untuk anak Anda? Artikel ini menawarkan beberapa ide untuk memilih mainan yang akan tumbuh bersama anak Anda, menantangnya, dan mengasah kemampuan berpikir, fisik, bahasa, dan sosial-emosionalnya.

Balita adalah penjelajah kecil yang belajar sambil melakukan. Bermain memberi anak Anda peluang besar untuk mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan baru dengan langkahnya sendiri dengan mengikuti minat uniknya.

Mainan dan mainan yang tersedia untuk anak Anda dapat membentuk perkembangannya dengan cara yang penting. Walaupun mungkin terlihat seperti memilih mainan untuk balita seharusnya mudah, ketika Anda berjalan ke toko mainan hari ini, satu-satunya hal yang mudah adalah merasa kewalahan. Ada banyak sekali mainan yang telah dikembangkan untuk pasar balita.

Bagaimana Anda memilih mana yang tepat untuk anak Anda? Bagaimana Anda bisa tahu mana yang berkualitas tinggi dan mana yang akan bertahan? Mana yang akan menarik minat anak Anda selama lebih dari beberapa hari atau minggu?

Berikut adalah beberapa ide untuk memilih mainan yang akan tumbuh bersama anak Anda seperti yang dilansir oleh kabar ntb hari ini terbaru, menantangnya, dan memupuk perkembangannya secara keseluruhan (kemampuan berpikir, fisik, bahasa, dan sosial-emosionalnya).

Pedoman Memilih Mainan untuk Balita

  1. Pilih mainan yang dapat digunakan dengan berbagai cara.

Balita suka membongkar, menyatukan kembali, menarik, memasukkan, menambah, dan membangun. Pilih mainan yang “terbuka” dalam arti bahwa anak Anda dapat memainkan banyak permainan yang berbeda dengannya.

Misalnya, balok kayu atau lego yang tebal dapat digunakan untuk membuat jalan, kebun binatang, jembatan, atau pesawat ruang angkasa. Mainan seperti ini memicu imajinasi anak Anda dan membantunya mengembangkan keterampilan memecahkan masalah dan berpikir logis.

Contoh: Blok, blok yang saling terkait, blok atau cangkir bersarang, dan mainan untuk permainan pasir dan air, lego

  1. Cari mainan yang akan tumbuh bersama anak Anda.

Kita semua memiliki pengalaman membeli mainan yang dimainkan anak kita selama dua hari dan tidak pernah menyentuh lagi. Anda dapat mencegah hal itu dengan mencari mainan yang bisa menyenangkan di berbagai tahap perkembangan.

Misalnya, hewan plastik kecil menyenangkan bagi anak kecil yang mungkin membuat rumah kotak sepatu untuk mereka, sementara anak yang lebih besar dapat menggunakannya untuk memerankan kisah yang dibuatnya.

Contoh: Hewan mainan plastik dan boneka aksi, rumah boneka ramah-balita, kereta dan truk sampah (dan kendaraan lain), boneka binatang dan boneka

  1. Pilih mainan yang mendorong eksplorasi dan pemecahan masalah.

Bermain memberi anak-anak kesempatan untuk melatih keterampilan baru berulang kali. Mainan yang memberi anak-anak kesempatan untuk memikirkan sesuatu sendiri — atau dengan sedikit pelatihan — membangun keterampilan berpikir logis mereka dan membantu mereka menjadi pemecah masalah yang persisten.

Mereka juga membantu anak-anak mengembangkan keterampilan hubungan spasial (memahami bagaimana segala sesuatunya cocok bersama), koordinasi tangan-mata, dan keterampilan motorik halus (menggunakan otot-otot kecil di tangan dan jari).

Contoh: Teka-teki, penyortir bentuk, balok, balok atau cangkir bersarang, bahan seni seperti tanah liat, cat, krayon, atau adonan bermain

  1. Cari mainan yang memicu imajinasi anak Anda.

Selama tahun ketiga anak Anda, kreativitasnya benar-benar lepas landas karena dia sekarang dapat mengambil peran orang lain (seperti raja) dan membayangkan bahwa sesuatu (seperti balok) sebenarnya adalah sesuatu yang lain (seperti sepotong kue).

Cari mainan yang bisa digunakan anak Anda saat dia mengembangkan dan memerankan cerita. Bermain pura-pura membangun keterampilan bahasa dan literasi, keterampilan memecahkan masalah, dan kemampuan untuk mengurutkan (menempatkan peristiwa dalam urutan logis). 

Mohon Tinggalkan Komentar Di Bawah Ini
BAGIKAN KE: Teropongku.com WA Teropongku.com LINE Teropongku Twitter Google Plus