Thursday, 1 April 2021 Inspiratif
Cara Menanam Cabai Rawit di Halaman Rumah

Tahukah kamu bahwa ternyata cabai rawit sangat mudah dan bisa banget ditanam di halaman rumah lho. Bahkan cabai rawit bisa tumbuh dengan baik baik di dataran rendah dan dataran tinggi. Cabai rawit juga bisa tumbuh dengan baik di hampir semua jenis tanah dan proses budi dayanya relatif lebih tahan serangan hama.

Berikut ini adalah ulasan langkah-langkah  bagi kamu yang ingin mengetahui cara menanam cabe rawit di halaman rumah. 

  1. Siapkan media semai

Langkah pertama adalah menyediakan media semai. Kamu bisa mengawali mengolah tanah dengan mencangkul tanah sedalam sekitar 40 cm. ada baiknya jika media untuk penyemaian adalah lahan yang dicampur tanah, pupuk kandang atau kompos, dan juga sekam bakar dengan rasio perbandingan 3:2:1. Agar serangan penyakit bisa terhindarkan, media semai harus disterilisasi terlebih dahulu dengan menjemurnya di bawah panas matahari, lalu didinginkan dan dimasukkan ke dalam wadah penyemaian yang kemudian disiram. Namun kamu bisa juga memakai wadah semai misalnya menggunakan polybag kecil, kantung plastik, daun pisang, nampan plastik, atau bisa juga dengan memanfaatkan gelas plastik bekas minuman yang diberi lubang.

  1. Pemilihan benih cabai rawit

Untuk benih cabai rawit sendiri kini sudah banyak yang menyediakan benih cabai rawit hibrida yang memiliki keunggulan masing-masing. Namun alangkah baiknya dalam memilih benih cabai rawit yang baik kamu harus menyeleksi benihnya sendiri. Adapun benih cabai rawit bisa juga kamu dapatkan dari dalam buahnya, caranya yaitu dengan memotong kulit buahnya secara membujur, lalu buang biji yang terdapat pada bagian pangkal dan ujung buahnya. Kemudian ambil biji yang ada di bagian tengah karena di bagian inilah terdapat biji yang paling berkualitas.

Setelah itu rendam biji cabai rawit di dalam air bersih dan buang biji yang mengambang karena biji yang cocok jadi benih adalah biji yang berisi dan tenggelam di dalam air. Terakhir, jemur biji sampai kering selama 3 hari.

  1. Proses penanaman cabai rawit

Selanjutnya adalah memasukkan benih ke dalam polybag sedalam 0,5 cm lalu tutup permukaannya dengan media tanam. Setelah itu, bibit cabai rawit bisa dimulai untuk ditanam dan disirami dengan baik. Cabe rawit adalah termasuk tanaman yang memerlukan cahaya matahari yang cukup sepanjang hari. Kekurangan cahaya matahari akan membuat tanaman cabe rawit tumbuh meninggi namun daun dan batang lemas, umur panennya bisa lebih lama, dan hasil produksinya rendah. Adapun waktu panen dan waktu berbuahnya tanaman cabe rawit adalah setelah berumur 2,5-3 bulan sejak bibit ditanam.

  1. Pengaturan mulsa dan air

Kamu harus memastikan bahwa cabai rawit mendapatkan setidaknya 2 cm air selama seminggu sepanjang musim tanam. Jika kamu tinggal di daerah yang kering dan sangat panas, kamu bisa menambahkan lapisan tebal mulsa organik yang berfungsi untuk membantu mempertahankan kelembapan tanah dan memoderasi suhu tanah. Selain itu, mulsa plastik hitam perak jika digunakan bisa meningkatkan produktivitas. Jika tidak menggunakan mulsa plastik hitam, kamu juga bisa menggunakan mulsa dari jerami namun perlu pengawasan lebih supaya jerami tidak mengundang hama dan penyakit.

  1. Penyiraman dan pemupukan

Supaya tanaman cabe rawit bisa tumbuh dengan subur, maka perlu diberi dengan pemberian pupuk agar asupan air dan nutrisinya cukup. Lakukanlah penyiraman secara teratur, menyeluruh, dan dalam. Sementara itu untuk pemberian pupuk kamu bisa melakukannya dengan dua cara yaitu sistem kocor dan ditabur. 

Mohon Tinggalkan Komentar Di Bawah Ini
BAGIKAN KE: Teropongku.com WA Teropongku.com LINE Teropongku Twitter Google Plus